02 April 2009 Sewa Bandwidth Internet Turun 50%

Biaya jaringan akses untuk pelanggan masih tinggi

Oleh Arif Pitoyo

Jakarta, Bisnis Indonesia – harga bandwidth Internet di prediksi turun sebesar 50% tahun ini menjadi US$100-US$300/Mbps per bulan seiring dengan bertambahnya kabel serat optik internasional yang memiliki titik labuh di Indonesia.

Gelumbang Menak, Presiden Direktur PT Gema Lintas Benua, penyelengga jasa Internet, mengatakan turunnya harga bandwidth tersebut dipicu oleh selesainya pembangunan sejumlah konsorsium kabel optik dan oleh operator telekomunikasi seperti Indosat, Excelcomindo Pratama, dan Telkom.

“Sehingga diperkirakan harga bandwidth Internet akan turun lagi 50% dan akan berkisar di US$100-US$300/Mbps per bulan ditingkat wholesale,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Disamping kabel full circuit tersebut, sudah ada bebeapa kabel yang sudah lama beroperasi, seperti APCN (Asia Pacific Cable Network), SEAMEWAY Indosat, BRCS (Batam-Rengit Cable Systems) XL, dan DMCS (Dumai Malaka Cable Syatem), TIS Telkom.

Menurutnya, pada 2000 harga Internet via kabel optik sangat mahal, sementara terdapat alternatif menggunakan satelit yang lebih murah yaitu yaitu sekitar US$12 juta-US$15 juta/Mbps per bulan.
“Namun, itu pun susah karena kapasitas yang sangat terbatas,” tutur Galumbang.

Pada 2004, PT Mora Telematika Indonesia (Moratel) bersama PT Excelcomindo Pratama Tbk bekerja sama membangun microwave Batam-Singapura sirkuit penuh sebesar 2 STM-1 dan merupakan koneksi pertama dari Indonesia yang tidak bergantung pada pemain luar.

“Karena adanya jalur kabel optik tersebut, harga bandwidth Internet per 1 Mbps turun signifikan sekitar 87,5% menjadi US$6 juta,” lanjut Galumbang.

Kemudian pada 2007, setelah ada beberapa kabel yang dimiliki beberapa konsorsium, harga bandwidth internasional langsung terjun hanya sekitar US$200/Mbps per bulan di tingkat wholesale dan US$300-US$500/Mbps per bulan di tingkat ritel.

“Dalam tempo 3 tahun kembali terjadi penurunan lebih dari 95%. Harga 2007 hanya 5% dari harga 3 tahun sebelumnya ini merupakan penurunan harga yang paling drastis sepanjang sejarah,” ujarnya.

Pada saat ini di tingkat wholesale, harga bandwidth Internet adalah sekitar US$50-US$70/Mbps, dan harga ini sudah bertahan dan stabil sampai 3 tahun belakangan ini.

Bandingkan dengan harganya di negara lain seperti Jepang dan Hong Kong yang hanya senilai US$7-US$9/Mbps per bulan di tingkat wholesale. Harga transit termurah di dunia tentunya adalah di AS sekitar US$3-US$7/Mbps per bulan di tingkat wholesale.

Last Mile Mahal
Menurut Galumbang, meski harga di Indonesia lebih mahal dengan sejumlah negara maju, penurunan harga Internet di Tanah Air sangat drastis.

Sementara harga Internet melalui satelit, dalam 3 tahun terakhir ralatif stabil pada kisaran US$1.500-US$300/Mbps per bulan dan diprediksi terus bertahan mengingat satelit memiliki kendala kapasitas maksimum 48 transponder.

“Untuk mencapai tingkat ritel, tentunya diperlukan akses atau last mile untuk mencapai pelanggan sampai pengguna akhir atau CPE [cutomer premises equipment], ungkap Galumbang.

Untuk ritel, akses atau last mile menelan porsi biaya mulai dari 90% sampai 50% tergantung kapasitas. Makin besar kapasitasnya, porsi last mile semakin berkurang.

Itulah salah satu hal yang membuat PJI berani menurunkan tarif Internet, kendati sewa bandwidth semakin muarh.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengeluhkan masih tingginya harga bandwidth dan akses last mile atau lebih dikenal dengan leased line di Indonesia.

Itulah sebabnya APJII masih menanggapi secara dingin ajakan Depkominfo untuk menurunkan tarif Internet, yang menurut rencana akan diberlakukan bulan ini. (arif.pitoyo@bisnis.co.id)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

" Pada saat ini di tingkat wholesale, harga bandwidth Internet adalah sekitar US$50-US$70/Mbps, ..."

Komentar:

Harga di atas adalah harga IP Port dengan FOB Singapore, bukan bandwidth, dimana dalam harga bandwidth internet ada additional cost structure terdiri dari link back-bone, link last-mile serta distribution equipment.

Harga FOB Jakarta tinggal menghitung harga dasar link's cost dengan IP Port tersebut.

Salam