11 Mei 2009 3 Universitas Uji Dampak USO

Oleh Roni Yunianto

Jakarta, Bisnis Indonesia – Tiga perguruan tinggi negeri (ITB, ITS, dan Universitas Airlangga) akan meneliti dampak penggelaran universal service obligation (USO) di sejumlah wilayah contoh di Jawa.

Menkominfo Muhammad Nuh mengatakan penelitian menggunakan telekomunikasi di desa dibutuhkan untuk membantu menentukan kebijakan penyelenggaraan sarana telekomunikasi yang berorientasi pembangunan masyarakat.

“Ini bisa membawa perubahan kultur, ekonomi, sosial, maupun politik di semua lapisan masyarakat. Kami berharap penelitian dapat memotret peran dan fungsi telekomunikasi yang dapat membawa perubahan tersebut,” ujarnya, Jumat pekan lalu.

Pada hari yang sama, Telkomsel bersama tiga perguruan tinggi negeri itu telah menandatangani nota kesepahaman di Depkominfo.

Sarwoto Atmosutarno, Dirut PT Tekomsel, mengatakan penelitian akan menunjukkan hubungan antara peningkatan fasilitas telekomunikasi dengan peningkatan produk domestik bruto.

“Setiap 1% pertumbuhan telekomunikasi akan meningkatkan 3% PDB.”
Djoko Santoso, Rektor Institut Teknologi Bandung, menuturkan penandatangan nota kesepahaman itu akan diikuti perjanjian kerja sama di mana Telkomsel akan memberi akomodasi.

“Hasil penelitian pada saatnya akan kami sampaikan kepada Depkominfo. Kami akan teliti konektivitasnya, teknis dan kualitasnya sampai penggunaannya di lapangan,” paparnya.

Djoko mengatakan Menkominfo berharap penggunaan telekomunikasi tersebut juga dapat mendorong terjadinya transaksi ekonomi. “Karakter masyarakat memang beragam, salah-salah nanti dipakai untuk hal yang tidak produktif seperti mengobrol saja misalnya,” tuturnya.

Setiap universitas pada penelitian tersebut akan mengambil contoh 15 desa dan 25 kepala keluarga di Pulau Jawa. Adapun penentuan desa yang diteliti akan didasarkan pada jarak desa dari base transceiver station (BTS), keterpencilan, dan tipologi wilayah desa.
Penelitian itu sendiri juga akan dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu sebelum USO dilaksanakan, saat penggelaran dan sesudahnya.

0 komentar: