Kandungan lokal handset diarahkan ke aplikasi
Oleh Roni Yunianto & Arif Pitoyo
Jakarta, Bisnis Indonesia – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan memanggil vendor peranti genggam global Research in Motion (RIM/produsen BlackBerry) dan Apple (iPhone) agar memasukkan unsur kandungan lokal di pasar Indonesia.
Oleh Roni Yunianto & Arif Pitoyo
Jakarta, Bisnis Indonesia – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan memanggil vendor peranti genggam global Research in Motion (RIM/produsen BlackBerry) dan Apple (iPhone) agar memasukkan unsur kandungan lokal di pasar Indonesia.
Anggota BRTI Heru Sutadi menegaskan semangat mengembangkan produk lokal sudah dimulai pada penggelaran tender WiMax.
“Yang menjadi concern regulator adalah agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk vendor asing seperti BlackBerry dan iPhone. Penjualan kedua produk tersebut sangat signifikan di Indonesia,” tegasnya kepada Bisnis kemarin.
Regulator meminta vendor global seperti RIM dan Apple perlu mendirikan kantor cabang, research and development, dan bahkan pabrik di Indonesia untuk transfer teknologi dan memasukkan kandungan lokal.
Operator seluler mitra kerja sama Research in Motion dan Apple menanggapi positif wacana regulator mengundang vendor global membuka kantor atau membangun basis produksi di Indonesia.
Joy Wahyudi, Commerce Director PT Excelcomindo Pratama Tbk, berpendapat rencana yang digulirkan BRTI tersebut positif. “Arahnya sudah benar. Namun yang lebih relevan dan realistis kami kira komponen lokal bisa diwujudkan bukan pada barang melainkan lebih ke aplikasi,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Menurut dia, selain itu, pasar handset yang dipaket dengan layanan operator tersebut masih kalah volumenya dibandingkan dengan produk handset lain yang sudah lebih dulu ada di pasar. Di sisi lain, produk bermerek lokal pun sudah banyak.
Joy mengatakan kontribusi lokal yang bisa diberikan dalam bentuk konten atau aplikasi itu bisa disediakan melalui kerja sama dengan operator.
“Kami misalnya membangun portal khusus di mana penyedia konten dapat segera mengisi dengan aplikasi yang dapat langsung diunduh dan dimanfaatkan masyarakat pengguna,” jelasnya.
Dalam kesempatan terpisah Arief Pradetya, Manager Data & Broadband Service PT Telkomsel, mengatakan hal senada.
Cukup Aplikasi
“Rencana itu kami nilai baik, tetapi yang sangat terbuka saat ini ada pada software. Adapun untuk hardware masih membutuhkan pembahasan lanjut antara pemerintah, pengusaha dan vendornya,” ujarnya.
Arief mengingatkan jika pemerintah ingin mengatur TKDN di perangkat handset justru tidak memberikan kepastian kepada vendor lokal karena terhambat negosiasi dan kemudian menghambat pemasaran peranti yang dibutuhkan masyarakat untuk memudahkan pekerjaan dan produktivitas pengguna.
Saat ini, tutur Arief, peran lokal dapat diwujudkan melalui pengembangan aplikasi. Di perangkat iPhone misalnya, Apple menyediakan software developer kit yang bisa dibeli dengan murah untuk membangun palikasi dan kemudian diletakkan di Apple Store.
“Aplikasi ini bisa berbayar atau gratis, dan jika aplikasi ini diunduh maka pengembang juga mendapat bagian dari pendapatan dengan porsi yang menarik,” ujarnya.
Reseach in Motion, tuturnya juga akan menyediakan langkah serupa Apple untuk menarik minat pengembang aplikasi lokal.
“Potensi dipakai pengguna lokal besar karena mereka lebih sering memilih lokal seperti untuk berita, kamus, dan lainnya,” jelasnya.
Telkomsel menilai kebijakan mengenai pendirian kantor cabang dan pabrik sangat tergantung kepada pemerintah pusat.
(roni.yunianto@bisnis.co.id/arif.pitoyo@bisnis.co.id)
0 komentar:
Posting Komentar