08 Mei 2009 Tepis Isu Bangkrut Lantaran Merugi Besar

Mobile-8 Ekspansi Pasar

Rakyat Merdeka – Di tengah ketatnya persaingan bisnis telekomunikasi, operator Mobile-8 Telecom mengklaim masih mampu bertahan. Untuk tetap bisa bersaing, operator seluler berbasis CDMA ini berjanji akan agresif keluar menyerang dan melakukan ekspansi pasar.

“Seperti permainan bola, pertahanan terbaik ialah keluar menyerang. Menyerang dengan inovasi baru. Itu yang sedang kami lakukan agar tetap bisa bertahan di bisnis ini,” kata Division Head of Product Management Mobile-8, Sukaca Purwokardjono di sela-sela peluncuran paket Maxi pascabayar Fren di Ex Plaza, Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, kondisi keuangan Mobile-8 sedang tidak bagus. Pemilik merek dagang Fren dan Hepi ini secara mengejutkan membukukan rugi bersih Rp1,068 triliun. Kerugian itu, terutama kontribusi dari transaksi swap dengan Lehman Brothers yang telah bangkrut. Kerugian yang dahsyat membuat Mobile-8 semakin kencang dirumorkan jadi korban pertama yang terkena dampak pertarungan keras di industri telekomunikasi negeri ini.

Namun Sukaca menyakini, Mobile-8 masih mampu bertahan beberapa bulan ke depan karena ada aksi penyelamatan. “Kami sedang melakukan restrukturisasi,” bebernya.

Dari seliweran rumor yang beredar, Mobile-8 harus melakukan tiga langkah untuk menuntaskan kesulitan keuangan. Yakni, melakukan penawaran saham terbatas (rights issue), merger, atau akuisisi.

Saat ini, peminat yang katanya ingin masuk ke Mobile-8 ada tiga, yakni Telkom, Bakrie Telecom dan Sinar Mas Group.

Masih menurut dasas-desus, keputusan itu harus diambil menjelang tutup semester pertama tahun ini. Jika tidak ada deal dengan pemilik lama, tiga peminat itu tidak akan memperbaharui penawarannya. “Dan bisa dipastikan Mobile-8 akan bangkrut,” kata rumor yang beredar.

Namun Sukaca membantah rumor yang beredar. “Belum ada sejarahnya operator di negeri ini akan bubar. Industri telekomunikasi itu investasi jangka panjang. Operator mengalami kerugian itu hal biasa. Lihat saja, di tahun berapa operator bisa tidak merah raportnya,” kata Sukaca.

Marketing Ofensif
Dia juga menambahkan, biar bagaimana pun, Mobile-8 tidak memungkiri kalau aktivitas pemasarannya kurang berhasil. Tahun lalu, bisa dibilang hampir tidak ada penambahan pelanggan. Terlebih, dari 3,5 juta pelanggan yang dimiliki, 300 ribu terpaksa dihanguskan karena sudah tidak produktif (churn).

Namun demikian, Sukaca masih optimistis pihaknya akan segera membalikkan keadaan. Dengan dana marketing Rp100 miliar yang dikantonginya tahun ini, ia yakin bisa membuat inovasi produk yang membuat layanan Mobile-8 kembali diminati. “Tunggu saja dalam waktu dekat ini,” tandasnya.

Mobile-8 Telecom tengah menargetkan jumlah pelanggan pascabayar seluler CDMA FREN tumbuh 75 persen dari 149 ribu pelanggan menjadi 250 ribu di akhir tahun ini.

Dalam strateginya menggenjot pertumbuhan pascabayar, Mobile-8 berupaya mengakuisisi pelanggan operator lain dengan menawarkan paket Maxi. Produk layanan ini diklaim menawarkan tarif percakapan suara, pesan singkat, dan akses internet 30-50 persen lebih murah dibanding pascabayar operator lain. *DWI

0 komentar: