05 Agustus 2009 Bakrie Telecom Terima Dana Penjualan Menara

Jakarta, Investor Daily – PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) akan menerima dana pembayaran tahap terakhir penjualan 543 menara telekomunikasi dari PT Solusi Tunas Pratama senilai Rp90 miliar September mendatang.

Dirut Bakrie Telecom Anindya Bakrie mengatakan, perseroan telah menerima dana hingga Rp220 miliar dari hasil penjualan menara telekomunikasi mencapai Rp450 miliar. “Rencananya pembayaran tahap ketiga sebesar Rp 80 miliar dilakukan bulan ini. Adapun pembayaran terakhir senilai Rp90 miliar digelar September mendatang,” ujarnya usai Kampanye Sadar Flu H1N1 Bakrie Telecom di Jakarta, Selasa (4/8).

Bakrie Telecom telah melepas sebanyak 543 menara telekomunikasi miliknya kepada Solusi Tunas Pratama senilai Rp450 miliar. Perseroan mendapatkan dana bersih senilai Rp390 miliar. Sisanya, Rp60 miliar akan diretensi oleh pembeli sebagai dana cadangan untuk perpanjangan masa sewa tanah/gedung yang ditempati menara tersebut selama 10 tahun.

Pembayaran penjualan menara dilakukan dalam empat tahap. Pembayaran pertama senilai Rp140 miliar telah diterima 1 Juni lalu. Selanjutnya, perseroan akan menerima Rp80 miliar pada 1 Juli, Rp 80 miliar pada Agustus, dan sisanya mencapai Rp90 miliar pada 1 September 2009.

Anindya mengatakan, Bakrie Telecom menggunakn dana hasil penjualan menara telekomunikasi untuk mendanai belanja modal (capital expenditure/capex) periode 2008-2010 senilai US$600 juta. Dengan menggenjot belanja modal, perseroan berharap mampu memperbesar pangsa pasar sambungan langsung internasional (SLI) menjadi Rp1 triliun dalam tiga tahun mendatang. Hingga kini, nilai pasar SLI di dalam negeri baru mencapai Rp3 triliun.

Peningkatan capex juga bertujuan untuk mendongkrak jumlah pelanggan perseroan menjadi 10,5 juta pada 2009 atau naik sebanyak 30% dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 7 juta pelanggan.

Hingga kuartal I-2009, Bakrie Telecom meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 27,51% menjadi Rp816,097 miliar dengan peningkatan 26,7% menjadi Rp73,01 miliar. Namun, laba bersih turun 79,18% dari Rp27,38 miliar menjadi 5,7 miliar. Penurunan laba akibat lonjakan beban keuangan dan rugi kurs.

Perseroan mencatat pendapatan produk Esia prabayar menjadi kontributor utama terhadap pendapatan konsolidasi Bakrie Telecom setelah bertumbuh 32,45% menjadi Rp693,39 miliar dibanding periode sama tahun lalau Rp468,38 miliar. Sedangkan kinerja jasa telekomunikasi lainnya, seperti Esia pascabayar, Wifone prabayar dan pascabayar, Esiatel, Ratelindo reguler, serta Ratelindo wartel justru melemah. (c134)

0 komentar: