Bursa berharap jumlah saham publik bertambah
Oleh Sylviana Pravita R.K.N & M. Munir Haikal
Bisnis Indonesia
Jakarta: PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) dengan nilai berkisar US$300 juta.
Pemegang saham utama Excelcomindo yaitu Axiata Group Berhad dan Emitares Telecommunications Corporation International Indonesia Ltd. (Etilasat) setuju untuk menggunakan haknya atas aksi korporasi ini.
Presiden Direktur Excelcomindo Hasnul Suhaimi mengatakan aksi korporasi ini mengurangi utang dan memperbaiki struktur modal perseroan.
“Melalui rights issue tersebut, kami dapat menjaga keleluasaan kami untuk terus berinvestasi. Kinerja kami sangat baik, pendapatan dan EBITDA [laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi] perseroan tumbuh hampir 50% pada 2008,” kata Hasnul, kemarin.
Dia memaparkan perseroan menyambut baik persetujuan pemegang saham utama Excelcomindo dan berkomitmen untuk melaksanakan rights issue senilai US$300 juta.
“Excelcomindo akan lebih berkompetisi pada masa yang akan datang dan terus memacu pertumbuhan yang pesat dan memungkinkan kami membagikan dividen kepada para pemegang saham pada masa yang akan datang,” katanya.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito menilai pemegang saham Excelcomindo bisa memanfaatkan momentum ini untuk menambah jumlah saham beredar.
“Sebaiknya pemegang saham mayoritas memberikan kesempatan kepada publik untuk berpartisipasi dalam rights issue. Jangan langsung diblok eksekusi right issue sehingga jumlah saham publik tatap sedikir.”
Dia mengaku menajemen maupun pemegang saham Excelcomindo belum menyampaikan rencana penambahan saham publik ke manajemen BEI yang baru.
“Terkait dengan right issue mereka tentu menyampaikan dokumen ke Bapepam-LK.”
Saham publik
Berdasarkan data di situs Bursa Efek Indonesia, saham Excelcomindo yang dimiliki oleh publik per 30 Juni sangat kecil yaitu hanya 0,24%, sedangkan 83,79% saham operator telepon itu dikuasai oleh Indocel Holding Sdn Bhd dan 15,97% saham dimiliki oleh Etilasat International Indonesia Ltd.
Sejauh ini Bursa Efek Indonesia beberapa kali mengimbau manajemen Excelcomindo untuk menambah porsi saham publik, tetapi belum dilaksanakan. Dengan jumlah saham beredar sangat kecil, saham operator seluler itu menjadi tidak likuid.
President dan Group Chief Executive Officer dari Axiata Group Berhad Jamaludin Ibrahim mengatakan sebagai pemegang saham terbesar dari Excelcomindo, pihaknya mempunyai komitmen tinggi terhadap pertumbuhan jangka panjang dan yakin dengan potensi bisnis perseroan.
Rights issue senilai US$300 juta itu terdiri dari ekuitas dan mandatory convertible notes (MCN).
Senior Vice President Corporate Finance Excelcomindo Johnson Chan mengatakan penerbitan saham baru itu terdiri dari dua bagian, yaitu penerbitan saham baru dan surat utang yang dapat dikonversi menjadi saham (MCN) pada waktu tertentu.
“Hanya saja komposisi dari saham dan surat utang dari total US$300 juta itu belum kami tentukan saat ini. Dalam 3 pekan ke depan akan kami tentukan,” ujarnya.
Seluruh hasil yang diperoleh dari rights issue itu akan digunakan untuk membayar utang. Langkah tersebut diyakini akan mengurangi biaya bunga dan memperbaiki struktur modal sehingga memperkuat neraca Excelcomindo untuk berinvestasi dan bertumbuh.
Jamaludin mengatakan Axiata tetap berkomitmen untuk menambah free float saat kondisi pasar membaik pada masa datang.
Rencananya, rights issue tersebut akan dilaksanakan pada tirwulan IV/2009. Perseroan akan meminta persetujuan dari rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan diadakan sebelum right issue itu digelar.
“Pemegang saham akan mendapatkan pemberitahuan mengenai RUPSLB ini pada waktunya,” ujranya.
Excelcomindo membukukan rugi Rp306,06 miliar pada triwulan I/2009 dari laba bersih Rp319,91 miliar yang dibukukan pada triwulan I/2008.
Laba operasi perseroan juga merosot menjadi Rp225,27 miliar pada triwulan I/2009 dari Rp496,44 miliar.
Johnson mengatakan kinerja keuangan semester I/2009 akan diumumkan perseroan sekitar 7 Agustus 2009.
Analis saham PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi pada risetnya per 14 Juli 2009 memprediksi rugi bersih Excelcomindo per 31 Desember 2008 senilai Rp15,11 triliun akan berubah menjadi laba bersih senilai Rp171,87 miliar pada akhir 2009.
Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode EXCL ini ditutup pada level Rp1.200 atau turun 7,69% dibandingkan dengan penutupan perdagangan 3 Agustus 2009, yaitu Rp1.300. Mengacu ke harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp8,50 triliun. (WISNU WIJAYA) (sylviana.pravita@bisnis.co.id/munir.haikal@bisnis.co.id)
0 komentar:
Posting Komentar