24 Agustus 2009 DANAI SEMEN PADANG RP 3,5 T

Mandiri Pimpin Kredit Sindikasi Telkomsel Rp5,55 T

Oleh Rizal Calvary dan Amrosi Amenan

Jakarta, Investor Daily – PT Bank Mandiri Tbk memimpin kredit sindikasi PT Telkomsel Tbk senilai Rp5,55 triliun. Dana ini akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) yang mencapai Rp15 triliun (US$1,5 miliar).

Peserta sindikasi adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonsia Tbk (BRI). Proses sindikasi ini sudah masuk tahap finalisasi. “BCA dan Mandiri berkontribusi terbesar dengan nilai kredit masing-masing sebesar Rp2 triliun,” demikian terang sumber Investor Daily akhir pekan lalu di Jakarta.

Sisa kredit lainnya, masing-masing diberikan oleh BRI dan BNI sebesar Rp800 miliar dan Rp750 miliar. Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Direktur Korporasi Bank Mandiri Riswinandi belum bersedia memberikan komentar. Hal yang sama juga terjadi saat dikonformasi ke Direktur Korporasi BCA Dahlia Ariotedjo.

Namun, sumber Investor Daily di BRI menyebutkan, sindikasi ini akan diteken dalam waktu dekat guna memenuhi kebutuhan belanja modal Telkomsel. Telkomsel, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menganggarkan capex senilai Rp15 miliar tahun ini.

Dana ini akan dimanfaatkan untuk ekspansi kapasitas (40%), perluasan jangkauan (20%), layanan baru/new wave (30%), dan lain-lain (10%). Tahun ini total target pelanggan Telkomsel mencapai 75 juta. Sementara itu, hingga akhir kuartal I-2009, Telkomsel hampir memperoleh 72 juta pelanggan.

Rp 3,5 Triliun ke Semen Padang
Ditempat terpisah, Bank Mandiri siap mengucurkan kredit sekitar Rp3,5 triliun untuk pembangunan pabrik baru Indarung VI di Sumatera Barat, yang dikelola PT Semen Padang, anak usaha PT Semen Gresik Tbk. Pabrik tersebut sedianya akan mulai dibangun 2009 ini, namun diundur hingga 2011 sambil menunggu hasil kajian selesai.

Riswinandi, mengatakan, besaran kredit untuk Semen Padang memang belum pasti. Namun, untuk sementara besaran kredit yang disiapkan untuk pembangunan pabrik Indarung VI itu sama seperti kucuran kredit pada Semen Tonasa, di mana Bank Mandiri sebagai lead sindikasi untuk anak usaha Semen Gresik Tersebut.

“Ya mungkin sekitar Rp3,5 triliun itu, sama dengan kredit sindikasi untuk Semen Tonasa,” ujar Riswinandi saat mengikuti acara pencanganan pabrik baru Semen Gresik di Tuban, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Dalam waktu dekat ini, lanjut dia, Mandiri akan segera melakukan kajian terhadap rencana pengucuran kredit tersebut. “Kita kaji itu semua, apakah kita akan sendirian atau mengajak bank lain membentuk sindikasi. Kalau sekiranya bisa, kita akan lakukan sendiri. Tenor dan rate-nya juga akan segera ditentukan,” jelasnya.

Menurut Riswinandi, Semen Gresik merupakan mitra strategis yang kinerjanya terus terjaga, meski krisis finansial mendera. Sehingga, komitmen Bank Mandiri ke Semen Gresik akan terus dijaga.

Sebelumnya, Bank Mandiri sudah menjadi lead arranger dalam sindikasi kredit ke Semen Tonasa sebesar Rp3,5 triliun, Kredit ke Semen Tonasa digunakan untuk pembiayaan pembangunan proyek Pabrik Semen Tonasa V dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun dan Pembangkit Listrik Tonasa dengan kapasitas 2 x 35 megawatt yang berlokasi di Pangkep, Tonasa, Sulawesi Selatan.

Bank peserta sindikasi yang membiayai proyek Semen Tonasa adalah Bank Mandiri, BRI, Bank Jatim, dan Bank Sulsel.

0 komentar: