03 Agustus 2009 Depkominfo minta Palapa Ring dipercepat

Pemerintah siapkan dana tanpa bunga dari USO

Oleh Fita Indah Maulani & Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

Jakarta: Ditjen Postel Depkominfo akan mendorong konsorsium untuk mempercepat pengerjaan proyek Palapa Ring menjadi awal Oktober dari kesanggupan yang disampaikan kepada pemerintah pada akhir tahun ini.

Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Postel Departemen Komunikasi adn Informatika, mengatakan pihaknya sudah menerima surat terbaru dari konsorsium yang mengatakan pengerjaan proyek baru bisa dilakukan mulai akhir tahun ini.

“Dalam suratnya konsorsium menyatakan baru bisa dimulai sekitar November, namun kami mendorong agar bisa lebih dipercepat menjadi awal Oktober,” ujarnya pakan lalu.

Pemerintah menginginkan proyek ini bisa mulai memasuki tahap pengerjaan secepatnya setelah meleset dari target terakhir dimulai bulan ini.

Konsorsium Palapa Ring memprediksi percepatan pengerjaan proyek seperti yang diinginkan pemerintah sulit tercapai dalam waktu dekat setelah anggota kosorsium tinggal tiga perusahaan seperti sekarang.

Rakhmat Junaedi, Juru Bicara Konsorsium Palapa Ring, mengatakan pihaknya sudah mengirimkan surat kepada pemerintah mengenai kondisi saat ini di mana anggota tinggal tiga operator dan dampaknya kepada rencana pengerjaan.

Dengan sisa dana dari anggota yang tersisa tinggal US$150 juta, konsorsium harus melakukan penentuan rute ulang disesuaikan dengan anggaran yang ada. Artinya tender pengerjaan kepada vendor pun harus diulang.

Konsorsium menghitung segala perubahan yang terjadi sehingga saat ini membuat proses pemilihan vendor baru selesai akhir tahun ini dan pengerjaan dilakukan setelahnya. Hal ini sudah disampaikan kepada pemerintah.

Sebelumnya, pada rute awal Palapa Ring menyediakan tulang punggung (backbone) serat optik internasional yang terdiri dari tujuh cincin melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten di kawasan timur Indonesia.

Proyek yang awalnya membutuhkan biaya sekitar US$225 juta itu terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable).

Setiap cincin nantinya akan meneruskan akses frekuensi pita lebar dari satu titik ke titik lainnya disetiap kabupaten. Akses tersebut akan mendukung jaringan serat optik pita lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 Gbps hingga 1.000 Gbps di tiap daerah.

Pinjaman USO
Operator anggota konsorsium Palapa Ring merespons positif rencana pemerintah membantu menyediakan solusi pendanaan program itu.

Indra Utoyo, Direktur Teknologi Informasi dan Supply PT Telkom Tbk, mengatakan baru mendapat informasi terkait rencana dana pinjaman dari USO (universal service obligation) untuk Palapa Ring dari media massa.

“Prinsipnya kami welcome saja jika hal ini bisa menjadi solusi pendanaan Palapa Ring,” Ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.

Menurut dia, terobosan tersebut dapat menjadi solusi selama mekanisme, aturan-aturannya dan prosedurnya memungkinkan.

Hal senada sebelumnya disampaikan Fadzri Sentosa, Direktur Wholesales & Infrastruktur PT Indosat Tbk. Dia mengatakan sampai saat ini belum ada pembicaraan mengenai bentuk insentif tersebut.

“Kami akan tunggu rinciannya seperti apa. Pada prinsipnya, kami akan mendukung pemerintah untuk mencari solusi agar proyek ini dapat berjalan,” kata Fadzri.

Pemerintah mempertimbangkan pemberian insentif proyek Palapa Ring akan berbentuk pinjaman tanpa bunga yang pilihan penyelenggara penerimanya mengunakan mekanisme seleksi.

Rencana pemberian insentif pinjaman dana untuk Palapa Ring dari ICT Fund dengan tanpa pembebanan bunga dikemukakan Titon Dutoni, Direktur Telekomunikasi Ditjen Postel Depkominfo di sela-sela Rakornas Kominfo, 15 Juli 2009.

“Pemerintah tetap akan mengusahakan Palapa Ring dapat digelar akhir tahun ini, yang mana dana dari USO akan dipakai untuk dipinjamkan dalam membangun daerah-daerah kosong [Indonesia bagian timur] tersebut,” ujarnya kepada Bisnis.

Menurut Titon, kebijakan itu akan menjadi insentif agar daerah yang semula tidak mungkin tergelar jaringan next-generation-network (NGN) menjadi terealisasi.

Dia menegaskan pinjaman tanpa bunga tersebut akan menggunakan mekanisme seleksi untuk memilih penyelenggara penerimanya.

“Mengenai dana ini, nanti akan diatur dalam Peraturan Menkominfo. Pola pelaksanaan dan pengembangan dana akan segera disampaikan ke publik,” ujarnya.

Mengenai besaran dana, tutur Titon, masih akan dibahas bersama konsorsium terkait berapa kekurangan dana Palapa Ring agar program bisa tetap jalan secara realistis. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan konsorsium Palapa Ring agar proyek itu dapat berjalan secara realistis. Information and Communication Technology Fund (ICT Fund) direncanakan menggunakan sebagian dana USO yang dikontribusi oleh operator.
(fita.indah@bisnis.co.id/roni.yunianto@bisnis.co.id)

0 komentar: