Mataram, Bisnis Indonesia – Telkomsel berencana meningkatkan layanan data dengan meningkatkan kapasitas broadband internasional dua kali lipat pada Agustus 2009.
Direktur Niaga Telkomsel Leong Shin Loong mengatakan saat ini penggunaan layanan data yang menuju internasional mencapai 85%.
“Untuk meningkatkan kualitas layanan, kami menambah kapasitas jaringan internasional hingga dua kali lipat dan akan direalisasi Agustus ini,” kata Leong di sela-sela acara penarikan undian Telkomsel Poin di Mataram Sabtu malam lalu.
Menurut dia, Telkomsel sedang fokus pada layanan broadband, tidak semata-mata pada produk Flash, BlackBerry, dan iPhone. Ketiga produk yang lebih dikenal dengan istilah FBI singkatan dari Flash, BlackBerry, dan iPhone.
Layanan FBI merupakan bagian dari layanan prima yang kini mendapatkan perhatian pasar dan bakal mendorong layanan broadband lainnya secara menyeluruh.
Leong menambahkan jika dilihat dari persentase pendapatan, kontribusi dari layanan data masih sangat kecil. Saat ini porsi pendapatan Telkomsel masih didominasi layanan komunikasi suara dan pesan pendek atau SMS (short message services).
“Pendapatan dari layanan percakapan dan SMS masih mendominasi, namun layanan data masih akan berkembangan di masa yang akan datang,” katanya.
Untuk mendongkrak penggunaan data yang saat ini masih relatif kecil, Leong mengaku akan ada strategi lain yang digunakan Telkomsel. Salah satunya adalah dengan menjual secara bundling (terpaket) ponsel murah (low-end) yang memiliki teknologi layanan data dengan produk Telkomsel.
Produk Bundling yang dikemas dengan penawaran menarik, kata dia, masih memiliki peluang dan pasar yang cukup besar.
Menurut Leong, dalam waktu dekat ini Telkomsel akan meluncurkan beberapa ponsel yang berada di kisaran Rp1 juta, tetapi mempunyai kemampuan browsing Internet dengan cukup baik. Selain itu pelanggan akan diberikan pilihan untuk akses data dengan produk bundling netbook dan layanan TelkomselFlash.
Gilang Prasetya, Vice President Area Jawa-Bali PT Telkomsel, menambahkan untuk mendorong layanan data yang melengkapi gaya hidup pelanggan saat ini, pihaknya akan mendorong industri pemrograman untuk menggarap konten lokal lebih banyak.
“Kami menginginkan agar di setiap provinsi memiliki konten lokal yang mengangkat keunggulan daerah masing-masing untuk ditawarkan kepada pengguna layanan FBI tersebut,” katanya. (K2)

0 komentar:
Posting Komentar