04 Agustus 2009 Mobile TV siap komersial tahun depan

Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

Jakarta: Penggelaran layanan TV digital berbasis penerimaan bergerak (mobile) dijadwalkan komersial pada kuartal pertama 2010 dengan dana puluhan juta dolar AS.

Susilo Hadi Sumardono, Ketua Konsorsium Tren Mobile TV, mengatakan peluang untuk menggelar layanan komersial pada kuartal I/2010 ada jika uji coba sukses dan regulasinya tersedia.

Rencananya, uji coba mobile TV dijadwalkan berakhir pada Oktober 2009 atau 9 bulan sejak Februari 2009 dan regulasi tersedia pada November 2009 diikuti dengan tender untuk lisensi pada Desember 2009.

Susilo yang juga menjabat Direktur PT Infokom Elektrindo mengatakan pihaknya mengalokasikan dana US$1 juta untuk uji coba layanan dan sebesar US$10 juta untuk komersialisasi baik di kawasan Jabodetabek maupun beberapa kota besar lainnya di Jawa.

Dia memperkirakan untuk memenuhi skala ekonomi, investasi dengan total jumlah itu membutuhkan 300.000 pelanggan dengan biaya berlangganan sebesar Rp50.000 dengan 10 saluran yang tersedia.

Haris Jauhari, juru bicara bidang Program & Media Relations Konsorsium Tren Mobile TV, menuturkan siaran tersebut saat ini sudah berjalan dengan 10 saluran yaitu TPI, RCTI, Global TV, MNC News, MNC Entertainment, MNC Music, TVRI, Aljazeera, Bloomber, dan CNN.

Menurut Haris sejumlah handset sudah dapat menerima siaran tersebut dengan kualitas ketajaman penerimaan yang baik. sebagai contoh jenis ponsel dan tipe tertentu yang dapat menerima layanan berasal dari merek Nokia, LG, Samsung, Philips, Gigabyte (G-smart), Sagem, dan ZTE.

Konsorsium Tren Mobile TV sebagai pelaksana uji coba mencakup stasiun RCTI, TPI, GLobal TV, Infokom Elektrindo, dan lainya. konsorsium tersebut juga menjalin kerja sama dengan operator telepon seluler PT Indosat Tbk.

Di samping Tren Mobile TV, ujicoba layanan dengan standar DVBH (digital video broadcasting handheld) tersebut juga digelar konsorsium Telkom, Telkomsel dan Indonusa.

Rahadi Arsyad, Direktur Utama PT Indonusa, menyatakan pihaknya tidak membutuhkan alokasi investasi yang besar mengingat ketersediaan infrastruktur yang telah dimiliki Group Telkom. "Ini membuat kami tidak terlalu besar mengeluarkan investasi," tuturnya.

0 komentar: