21 Agustus 2009 Prinsipal Blackberry Siapkan 6 Pusat Purnajual

Media Indonesia - Menjelang batas waktu pembukaan gerai layanan purnajual Blackberry pada 21 Agustus 2009, prinsipal Blackberry Research in Motion (RIM) bersiap-siap mendirikan enam pusat pelayanan purnajual untuk konsumennya di Indonesia.

“RIM berencana membuka enam layana purnajual di tempat yang berbeda mulai 26 Agustus 2009. selama ini, kita tidak pernah mensyaratkan mengenai jumlahnya,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Gatot S Dewa Broto dalam siaran persnya, kemarin.

Dengan demikian, jika ada kerusakan yang cukup berat tidak perlu dikirimkan ke RIM Authorized Repair Facility di negara lain yang terdekat dengan Indonesia.

Menurut Gatot, Depkominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan melakukan pemantauan intensif atas rencana tersebut. Jika RIM tidak menjalankan komitmen untuk membuka layanan purnajual di lokasi yang sesuai dengan ketentuan hingga 21 Agustus, produsen Blackberry itu akan dilarang melakukan pengajuan sertifikasi RIM untuk tipe yang existing maupun yang baru hingga terbit ketentuan lebih lanjut.

Jadi, apabila dalam penilaian Ditjen Postel/BRTI menunjukkan layanan purnajual itu berada pada lokasi yang secara fisik tidak sesuai dengan ketentuan, RIM akan tetap dilarang mengajukan sertifikasi produk yang lama maupun yang baru.

Pada Rabu (19/8) siang, pihaknya bersama dengan BRTI melakukan inspeksi ke RIM Authorized Repair Facility yang baru dibuka di Jakarta untuk memberikan hasil evaluasi.

Menurut Gatot, hasil inspeksi masih harus dievaluasi internal BRTI dan akan dibahas bersama oleh rapat pleno BRTI dalam waktu sesegera mungkin sambil menunggu laporan tertulis dari seluruh materi yang dipresentasikan RIM beserta seluruh foto dokumentasinya.

“Berkas itulah yang akan menajadi bahan pertimbangan apakah Ditjen Postel/BRTI pada akhirnya akan menyetujui atau menolak atau mungkin menyetujui, tetapi dengan beberapa catatan perbaikan yang masih harus wajib dilakukan RIM untuk RIM-Authorized Repair Facility di Indonesia ini,” papar Gatot S Dewa Broto.

RIM (produsen Blackberry) secara tertulis telah berjanji kepada Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar tertanggal 11 Juli 2009 dan pada pertemuan antara Dirjen Postel dan manajemen RIM yang didampingi Kedutaan Kanada di Indonesia pada 14 Juli 2009 untuk membuka operasional layanan purnajual. (*/Ant/E-5)

0 komentar: