Jakarta, Koran Jakarta (20/08/2009) – Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Postel) Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) menyatakan tidak akan lagi memberi toleransi bagi perusahaan asal Kanada, Research In Motion (RIM), terkait jadwal pembukaan layanan purnajual di Indonesia. Jika tidak, pemerintah akan menghentikan keluarnya sertifikasi untuk varian baru dan lama milik produsen BlackBerry tersebut.
“Seperti yang tercantum di surat 11 Juli dan 14 Juli lalu ke Postel, RIM sudah berjanji untuk membuka operasional layanan purnajualnya pada 21 Agustus 2009. Jadi, kami berpegang pada komitmen tersebut. Jika mundur, konsekuensinya siap ditanggung oleh RIM,” kata juru bicara Depkominfo Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Selasa (18/8).
Gatot mengatakan pemerintah nantinya akan menilai layanan purnajual yang disediakan oleh RIM sudah sesuai aturan atau tidak. Penilaian juga diarahkan pada kualitas layanan, dibandingkan pada jumlah layanan purnajual yang dibangun.
Sebelumnya, Postel pada 15 Juli lalu telah mengirimkan surat kepada penyelenggara telekomunikasi dan para importir untuk memberikan tambahan waktu bagi RIM terkait pembekuan sertifikasi varian baru BlackBerry hingga 21 Agustus 2009.
Dalam perkembangannya, RIM telah menyampaikan surat kepada Dirjen Postel perihal perkembangan informasi persiapan yang sudah dilakukan pada 31 Juli 2009. Dan terakhir, surat dikirim pada 15 Agustus 2009 yang menyebutkan bahwa beberapa kegiatan yang sudah diselesaikan, antara lain pembangunan konstruksi tahap 1, network connection, training staf layanan purnajual, dan merancang lini perbaikan.
Pembukaan pusat layanan purnajual dan fasilitas perbaikan sendiri ditargetkan selesai pada 21 Agustus 2009.
Berdasarkan catatan, pengguna BlackBerry di Indonesia telah mencapai sekitar 400 ribu pelanggan yang berasal dari mitra RIM, yakni Telkomsel, Indosat, XL, dan Axis. ■ dni/E-2
0 komentar:
Posting Komentar