Jakarta, Koran Jakarta (20/08/2009) – Operator seluler Telkomsel menilai langkah berjualan BlackBeery Internet Service (BIS) secara harian sudah tepat dan tidak akan mengganggu kinerja pendapatan perseroan pada kuartal ketiga. Hal ini menepis anggapan langkah tersebut memicu perang harga di pasar.
“Kami sudah memperhitungkan semuanya. Kemampuan jaringan atau dampaknya bagi pendapatan perseroan. Ini sudah melalui persiapan strategi yang matang,” tegas Deputy VP Product Marketing Telkomsel Mark Chambers, Rabu (19/8).
Dia menyebutkan pendapatan Telkomsel ke depan tidak hanya mengandalkan suara atau SMS, tetapi juga dari layanan data.
“Kejadian di mana tarif simPATI dipotong besar dan memukul pendapatan tidak akan terjadi di BIS. Justru ini akan mendorong avreage revenue per user (ARPU) menjadai stabil,” katanya.
Dikatakannya, langkah lain untuk menggarap pasar data adalah menawarkan konten yang menarik seperti mendorong masyarakat untuk mendukung pebalap Formula BMW Rio Haryanto melalui pengiriman SMS.
“SMS untuk Rio itu akan menaikkan trafik juga karena kita ingin mengejar emosional masyarakat mendukung idolanya,” katanya.
Seperti diberitakan, praktisi telematika Bayu Samudiyo menyayangkan langkah Telkomsel yang menawarkan layanan BIS secara harian. Dikhawatirkan langkah tersebut akan memicu perang harga dipasar sehingga kualitas layanan dan pendapatan perseroan menurun. Telkomsel mengklaim memiliki 135 ribu pelanggan BlackBerry. ■ dni/E-2

0 komentar:
Posting Komentar