Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia
Jakarta: Research in Motion (RIM) diminta memberikan layanan purnajual kepada pengguna BlackBerry yang membeli handset resmi bersertifikat Ditjen Postel, tetapi bukan produk bundling dari operator telekomunikasi Indonesia.
Bisnis Indonesia
Jakarta: Research in Motion (RIM) diminta memberikan layanan purnajual kepada pengguna BlackBerry yang membeli handset resmi bersertifikat Ditjen Postel, tetapi bukan produk bundling dari operator telekomunikasi Indonesia.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan pihaknya sudah mengutarakan hal tersebut pada peninjauan pusat perbaikan (repair center) milik RIM di Sunter, Jakarta Utara, pekan lalu.
“Kami meminta hal tersebut karena produk tersebut bukan black market, tetapi berasal dari operator di luar negeri yang bekerja sama juga dengan RIM yang barangnya tidak habis terjual lalu diimpor ke Indonesia. Para pengguna disini pun menggunakan layanan BlackBerry Connect,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.
Dia menjelaskan RIM sejauh ini tidak bisa melayani seluruh produk yang dibeli dari penjual di luar operator seluler Indonesia melalui sistem bundling. Produsen asal Kanada itu berjanji akan mempertimbangkan kasus per kasus.
RIM akan melakukan kesepakatan dengan importir masing-masing. Jika importir sudah ada kesepakatan, perangkat yang rusak bisa dilayani oleh repair service resmi miliknya. Jumlah pengguna handset dari importir di luar operator saat ini lebih banyak dibandingkan dengan yang membeli bundling operator.
Gatot menambahkan pembekuan sertifikasi produk baru RIM saat ini masih berlangsung hingga ada keputusan rapat pleno Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang akan dilakukan awal pekan ini.
“Tanpa bermaksud mengulur waktu, Senin kami akan meninjau lagi. Baru kemudian paling lambat Selasa atau Rabu kita menggelar rapat pleno bersama BRTI untuk memutuskan secara kolegial,” ujarnya.
Dia menjelaskan hasil keputusan rapat pleno bisa menyetujui, menyetujui dengan catatan, ataupun menolak. Senin ini Ditjen Postel dan BRTI masih akan melakukan pemeriksaan secara acak di pusat layanan purnajual.
RIM menyatakan sudah mengoperasikan repair center sejak 21 Agustus sesuai dengan tenggat yang diberikan, sementara untuk layanan purnajual menempel pada setiap operator telekomunikasi yang berkerja sama.
0 komentar:
Posting Komentar