24 Agustus 2009 XL tetapkan porsi saham dan obligasi bulan depan

Oleh Sylviana Pravita R.K.N
Bisnis Indonesia

Jakarta: PT Excelcomindo Pratama Tbk berencana menetapkan komposisi besarnya emisi ekuitas dan obligasi wajib tukar (mandatory convertible notes/MCN) pada pertengahan September 2009.

Penawaran umum terbatas (rights issue) atas ekuitas dan obligasi itu akan dilaksanakan pada triwulan IV/2009.

Menurut Presiden Direktur Excelcomindo Hasnul Suhaimi, perseroan berencana meminta restu dari pemegang saham perusahaan telekomunikasi itu terhadap aksi korporasi senilai US$300 juta itu pada Oktober 2009.

“Kami akan menetapkan koposisi besarnya emisi ekuitas dan obligasi tukar menjelang RUPS [rapat umum pemegang saham] atas permintaan persetujuan terhadap rights issue ini,” kata Hasnul kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Senior Vice President Corporate Finance Excelcomindo Johnson Chan mengatakan perseroan memperkirakan penetapan komposisi tersebut pada pertengahan September 2009. “RUPS kami jadwalkan digelar pada akhir Oktober 2009,” katanya.

Penerbitan saham baru itu terdiri dari dua bagian, yaitu penerbitan saham baru dan surat utang yang dapat dikonversikan menjadi saham pada waktu tertentu.

Perseroan berencana seluruh hasil yang diperoleh dari rights issue itu akan digunakan untuk membayar utang. Langkah tersebut diyakini akan mengurangi biaya bunga dan memperbaiki struktur modal, sehingga memperkuat neraca Excelcomindo untuk berinvestasi dan bertumbuh.

President dan Group Chief Executive Officer dari Axiata Group Berhad Jamaludin Ibrahim mengatakan sebagai pemegang saham terbesar dari Excelcomindo, perseroan mempunyai komitmen tertinggi terhadap pertumbuhan jangka panjang dan yakin dengan potensi bisnis perseroan.

Tambah saham beredar
Jamaludin mengatakan Axiata tetap berkomitmen untuk menambah free float saat kondisi pasar membaik pada masa mendatang.

Rencananya, rights issue tersebut akan dilaksanakan pada triwulan IV/2009. Perseroan akan meminta persetujuan dari rapat umum pemegang saham luar biasa yang akan diadakan sebelum aksi korporasi itu digelar.

Excelcomindo berencana membiayai kembali utang senilai Rp500 miliar yang jatuh tempo pada Oktober dan Desember tahun ini dengan sumber pendanaan dari kredit sindikasi BNI.

Perseroan mematok belanja modal 2009 senilai US$300 juta, turun drastis dari posisi 2008 senilai US$1,2 miliar. Ditambah pengalihan belana modal 2008 senilai US$350 juta, dana yang keluar tahun ini berkisar US$600 juta – US$650 juta.

Pada penutupan perdagangan 20 Agustus 2009, harga saham EXCL ini ditutup pada level Rp1.350 atau naik 3,85% dibandingkan dengan penutupan perdagangan 14 Agustus 2009, yaitu Rp1.300.

Mengacu kepada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp9,57 miliar.

0 komentar: