11 Agustus 2009 Saham Fren kena auto rejection

Oleh Sylviana Pravita R.K.N
Bisnis Indonesia

Jakarta: Perdagangan saham PT Mobile-8 Telecom Tbk terkena penolakan otomatis (auto-rejection) akibat lonjakan harga saham berkode FREN itu hingga 34,48% menjadi Rp78 pada perdagangan kemarin.

Lonjakan harga saham itu dipicu oleh kabar finalisasi perpindahan 19% saham PT Global Mediacom Tbk atas kepemilikian perusahaan telekomunikasi itu.

Pada penutupan perdagangan 7 Agustus 2009, harga saham Mobile-8 ditutup pada level Rp58. Dengan mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp1,57 triliun.

“Saya sedang di luar negeri. Saya tidak mengetahui apa yang menyebabkan harga saham Mobile-8 sampai melonjak setinggi itu,” ujar Presiden Direktur dan CEO Global Mediacom Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibdjo kepada Bisnis, kemarin.

Dia memaparkan pihaknya tidak memiliki kabar lebih lanjut terkait dengan empat perusahaan yang berebut membeli 19% saham Global Mediacom Tbk atas kepemilikan Mobile-8.

Perseroan, lanjutnya, masih membicarakan detail divestasi tersebut dengan seluruh pihak itu.

“Saya belum bisa menyebutkan [nama perusahaan dan sektor usahanya], termasuk juga kapan divestasi itu akan tuntas, karena saat ini kami masih bicara dengan empat pihak itu,” ujarnya.

Senada dengan Hary, Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik mengatakan Mobile-8 tidak mengetahui apa yang menyebabkan saham Mobile-8 melonjak hingga 34,48%.

“Pada level kami, kami tidak mengetahui apa yang menyebabkan kenaikan harga saham FREN hingga terkena auto-rejection itu. Hingga sore ini, kami juga belum menerima permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia.”

Global Mediacom berencana menjual seluruh kepemilikan Global Mediacom atas Mobile-8 terkait dengan rencana Global Mediacom untuk fokus pada investasi di sektor media.

0 komentar: