23 Agustus 2009 Slot satelit Indonesia terancam

Satelit Protostar II/Indostar II dijual

Oleh Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia

Jakarta (21/08/2009): Pemerintah belum bersikap terkait dengan rencana Protostar Ltd yang akan melepas Protostar II/Indostar II sehingga Slot satelit Indonesia terancam hilang.

Dalam siaran pers di wibsite resminya, Protostar mengungkapkan Pengadilan Amerika Serikat memberikan batas waktu hingga 17 September 2009 bagi pihak yang terkait memiliki aset perusahaan tersebut. Protostar terbelit persoalan keuangan.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika Gatot S. Dewa Broto mengaku pemerintah belum membicarakan hal tersebut.

“Sebaiknya tanya ke Direktorat Kelembagaan Internasional Ditjen Postel, mungkin mereka lebih mengetahuinya,” kilahnya.

Protostar adalah perusahaan yang berdiri pada 2005 dengan kepemilikian dua satelit, yaitu satelit ProtoStar II diluncurkan pada 16 Mei 2009 dan operasional pada 17 Juni 2009. satelit ini memberikan layanan kepada PT Media Citra Indostar (MCI) dan PT MNC Skyvision.

MCI selama ini selalu mengklaim memiliki investasi sepertiga dari total US$300 juta nilai satelit Protostar II atau Indostar II tersebut. Namun, anehnya, rencana penjualan aset tersebut tidak diketahui oleh operator Indovision itu.

Sekretaris Perusahaan MCI Arya Mahendra pada awalnya mempertanyakan kebenaran isu mengenai penjualan Protostar tersebut.

Namun, kemarin, dia mengungkapkan penjualan Protostar tidak berpengaruh terhadap operasional Indostar II karena yang digunakan untuk Indovision adalah bagian S-Band-nya.

“Yang dijual hanya bagian meyteka, itu tidak masalah bagi layanan Indovision ke pelanggan. Apalagi pihaknya baru saja menandatangani kontrak penyiaran Liga Inggris pekan kemarin,” ujarnya.

Sejumlah kelangan di lingkungan Asosiasi Satelit Indonesia (Assi) menilai apabila MCI tidak diikutsertakan dalam rencana penjualan satelit berarti perusahaan tersebut tidak memiliki saham di perusahaan asal AS tersebut.

Rencana penjualan Protostar juga secara otomatis membahayakan slot satelit milik Indonesia di orbit 107,7° BT.

Peringatan pemerintah
Departemen Komunikasi dan Informatika akhir Mei lalu mendesak pihak PT Media Citra Indostar untuk memperjelas kontrak kerja sama dengan pihak perusahaan Amerika Serikat (AS) menyangkut keberadaan satelit Indostar II agar tidak terjadi masalah pada kemudian hari.

Gatot S. Dewa Broto mengatakan pemerintah hanya ingin kontrak kerja sama antara MCI dan pihak AS jelas sehingga apabila ada konflik atau sengketa antara keduanya, tidak melibatkan pihak pemerintah.

“Harapan pemerintah, dengan adanya kejelasan kontrak tersebut, slot satelit milik Indonesia tetap terjaga,” ujarnya.

Indostar II merupakan satelit penyiaran Indovision yang berada di slot orbit 107,7° BT (bujur timur) dan bekerja di pita frekuensi 2,5 GHz selebar 150 MHz.

Satelit yang oleh Depkominfo diduga sebagai milik AS itu diperkirakan mampu melayani sekitar 120 kanal.

Ketua Asosiasi Satelit Indonesia (Assi) Tonda Priyanto mengungkapkan pihaknya yakin Indostar akan mengamankan haknya sesuai dengan perjanjian kerja sama dengan pemilik sebelumnya sehingga siapa pun pemilik baru diharapkan tidak ada masalah. (FITA INDAH MAULANI) (arif.pitoyo@bisnis.co.id)

0 komentar: