Tampilkan postingan dengan label Lintasarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lintasarta. Tampilkan semua postingan

05 November 2009 Lintasarta raih juara II

Jakarta, Bisnis Indonesia – PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) meraih Juara Kedua Kategori Telekomunikasi dalam ajang e-Company Award 2009 pada 30 Oktober 2009 lalu.

Direktur Utama Lintasarta Noor SDK Devi menyatakan rasa bangganya terhadap inovasi yang telah dikembangkan di Lintasarta.

“Selain menjadi business enabler, Divisi TI Lintasarta juga merupakan operational support untuk jasa Value Added Services,” ujarnya kemarin.

Implementasi TI yang dikembangkan di Lintasarta berhasil memberikan percepatan proses bisnis, update informasi secara real time, meningkatkan kepuasan pelanggan dan efisiensi biaya. (BISNIS/ROY)

Read more.....

12 September 2009 Lintasarta Dapat Award dari CSC 2009

Jakarta, Investor Daily (11/09/2009) – PT Aplikanusa Lintasarta berhasil meraih penghargaan Indonesia Service Star Award 2009 untuk kategori Team Leader dan Frontliner dalam ajang Customer Service Championship 2009 yang diadakan Carre-Center for Customer Satisfaction and Loyakty (Carre-CCSL). Ini adalah lembaga independen yang berhubungan dengan customber service.

Direktur Usaha Lintasarta Simsriyono Nugroho mengatakan, kemampuan problem solving dan inovasi dalam memberikan service excellence ke pelanggan menjadi kunci sukses dalam menerima penghargaan ini. Tujuan awal Lintasarta mengikuti kegiatan ini adalah untuk melakukan banchmarking terhadap service excellence yang sudah di-deliver.

“Alhamdulillah, kami mendapat pengakuan positif terhadap service excellence Lintasarta,” ujar dia di Jakarta, belum lama ini. (mam)

Read more.....

25 Agustus 2009 Garap Pasar UKM dan Teknologi Pemda

Target Lintasarta Sumbang Indosat Rp 1 Triliun Lebih

Jakarta, Probisnis RM (24/08/2009) – Setelah mampu memberikan kontribusi pada 2008 sebesar Rp 1 triliun pada induk perusahaannya, Indosat, PT Aplikanusa Lintasarta selaku anak perusahaan Indosat, akan menggarap pasar industri kecil. Dengan strategi ini, diharapkan kontribusi tahun ini bisa lebih dari Rp 1 triliun.

Lintasarta selama ini menyediakan jasa penyedia komunikasi data, internet dan layanan nilai tambah (VAS). Hal itu diutarakan Direktur Utama Lintasarta Noor SDK Devi di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah melebarkan sayap dengan menyasar pada industri kecil dan menengah.

“Sehingga pada nantinya industri kecil di beberapa daerah yang berkembang pesat ini memakai teknologi canggih milik Lintasarta,” kata Devi.

Devi mengatakan, pihak Lintasarta menawarkan berbagai solusi teknologi untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) seperti Vicon. Dengan melakukan berbagai terobosan tersebut, pihaknya berharap target pendapatan di atas tahun lalu.

Selain melebarkan bisnisnya ke industri kecil dan menengah, Lintasarta juga terus meningkatkan kualitas pelayanan dan finalisasi jaringan yang saat ini sudah selesai.

Seperti diketahui, dari beberapa pelanggan Lintasarta masih didominaasi kalangan perbankan yang menyumbangkan 60 persen dan sisanya instansi pemerintah.

“Pemerintah itu seperti di departemen-departemen. Kita berharap pertumbuhan pelanggan ini bisa berada di atas 12 persen,” ujar Devi.

Berbagai langkah tersebut, tutur Devi, tidak hanya untuk menguasai jaringan bisnis di Indonesia. Tapi juga ingin menyaingi beberapa pemain serupa di luar negeri.

Dia mengakui, secara populasi Indonesia tidak kalah dengan Malaysia. Dengan kelebihan ini, tentu, kebutuhan teknologi untuk rakyat Indonesia justru lebih besar. “Pasar di Indonesia sangat potensial,” ujarnya.

Dia menjelaskan, selain menawarkan jasa komunikasi data dan internet, Lintasarta juga mengembangkan jasa seperti Video Conference, Data Center, Managed Service, SMS Corporate dan Corporate Mailer. ■ DIN

Read more.....

Lintasarta Gelar CSA

Jakarta, Investor Daily (24/08/2009) – PT Aplikasinusa Lintasarta mengajak masyarakat yang memiliki ide kreatif untuk menuangkannya di Creative Solution Award (CSA). Lintasarta menyediakan delapan netbook dalam tiap dua minggu.

Lintasarta memberikan penghargaan bagi yang memiliki ide kreatif dan bisa diaplikasikan dengan ICT Lintasarta. CSA terbuka untuk semua masyarakat dan cukup melakukan registrasi di www.creativesolutionaward.com

“Masyakarat Indonesia sangat kreatif, sehingga bisa membuat sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang,” kata Dirut Lintasarta Noor SDK Devi di Jakarta, beberapa waktu lalu. Direktur Usaha Lintasarta Samsriyono Nugroho mengatakan CSA merupakan cara Lintasarta dalam memberikan kesempatan end customer untuk memberikan saran dan ide agar mereka dapat dilayani dengan lebih baik oleh industrinya. Selain menjadi penggagas ide, peserta juga dapat berpartisipasi dalam CSA dengan memberikan suara, sebagai salah satu nilai untuk penjurian.

Sebagai bentuk apresiasi, Lintasarta memberikan penghargaan, berupa hadiah delapan buah netbook yang dipilih secara dua mingguan dan satu hadiah utama. (mam)

Read more.....

13 Agustus 2009 Lintasarta Tawarkan Solusi untuk Kampus

Jakarta, Investor Daily – PT Aplikasinusa Lintasarta, penyedia jasa telekomunikasi data, memperkenalkan layanan LINTASARTAnet-Sisfokampus. Solusi ini bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sistem informasi di perguruan tinggi.

“Pada 2009, Lintasarta sangat serius memberikan solusi di industri pendidikan nasional dan saat ini kami membantu implementasi jaringan pendidikan nasional yang menghubungkan lebih dari 300 perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” kata General Manager Marketing Lintasarta M Ma’ruf di sela seminar Solusi Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Perguruan Tinggi di Universitas Bina Nusantara Jakarta, Rabu (12/8).

Saat ini banyak perguruan tinggi yang sudah memiliki sistem informasi kampus. Bagi yang baru mengembangkan sistem informasi kampus bisa bergabung dalam SisfoKampus Lintasarta. “Dengan menggunakan layanan LINTASARTAnet, perguruan tinggi dapat menggunakan fasilitas SisfoKampus,” jelas dia. (mam)

Read more.....

29 Juli 2009 Lintasarta Tawarkan Solusi TIK untuk Migas

Jakarta, Investor Daily (28/07/2009) – PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), penyedia komunikasi data, internet dan layanan nilai tambah untuk berbagai sektor indusri, menawarkan solusi total teknologi komunikasi informasi (TIK) bagi industri minyak dan gas (migas) serta pertambangan. Solusi ini dapat membantu proses upstream dan downstream.

“Saat ini industri pertambangan, minyak dan gas sudah menyadari peranan TIK baik dalam kegiatan upstream, downstream, dan aktivitas pekerjaan sehari-hari meliputi communication channels, voice, data, dan video,” kata Direktur Usaha Lintasarta Samsriyono Nugroho di Jakarta, Senin (27/7).

Samsriyono menyebutkan, sejumlah solusi yang ditawarkan Lintasarta bagi industri pertambangan dan migas, seperti video conference untuk virtual meeting antarkaryawan atau dengan keluarga dari lokasi remote area, information technology (IT) infrastructure outsourcing (managed WAN, PABX, LAN, dan berbagai aplikasi).

Selain itu, Lintasarta juga memiliki solusi CCTV online, VSAT maritime, WAN optimization, dan mobile office dengan VPNEZY. Hal lain yang disediakan perusahaan ini bagi sektor pertambangan dan migas seperti jaringan kabel serat optik sampai ke remote area.

“Dengan Lintasarta, para pelaku industri pertambangan, minyak dan gas dapat memperoleh semua kebutuhan TIK lewat ‘satu pintu’,” kata dia.

Sementara itu industri keuangan dapat dibantu Lintasarta dalam integrasi sistem, perluasan delivery channel ke para nasabah/mitra, dan pelayanan transaksional yang aman. Hal ini didukung service level agreement (SLA) sebesar 99% dengan dukungan multimedia akses seperti fiber optic, broadband wireless access, dan multibackbone lewat network monitoring system (NMS). (mam)

Read more.....

07 Juli 2009 Lintasarta garap akses internet Pemprov Jabar

Bisnis Indonesia

Bandung: PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), anak perusahaan Indosat, memenangkan proyek bundling ISP dan leased line (jaringan) internet Pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai Rp1,3 miliar.

Sekretaris lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Jabar Ika Mardiah mengemukakan proses lelang pengadaan IT tersebut sempat tertunda hingga empat kali karena peserta tidak memerhatikan persyaratan administrasi.

“Setiap peserta yang mengembalikan persyaratan [dokumen lelang] selalu ada yang kurang lengkap. Kami juga tidak mengerti mengapa perusahaan besar peserta tender seperti itu [tidak melengkapi dokumen tender],” katanya kepada Bisnis kemarin.

Pengumuman pemenang tender bundling ISP dan leaseline Pemprov Jabar dilakukan akhir Juni 2009. Penandatangan kontrak kerja dengan Lintasarta berlaku selama setahun.

Dengan memenangkan tender, Ika mengatakan Lintasarta berwenang untuk merombak sistem jaringan internet milik pemprov Jabar yang tersambung pada 23 situs organisasi perangkat daerah (OPD).

Akan tetapi, dia meminta agar proses pembangunan jaringan tersebut tidak mengganggu beberapa situs vital seperti situs lelang elektronik (lpse.jabarprov.go.id) dan situs resmi Pemprov Jabar (jabarprov.go.id).

“Nantinya mungkin ada konfigurasi server baru, tapi kedua situs tersebut harus tetap online,” ujarnya.

Ika mengatakan sempat muncul wacana agar kontrak karya jaringan internet diperpanjang minimal tiga tahun untuk menjamin jaringan tetap on-line.

Menurut dia, jaringan internet Pemprov Jabar dan 23 OPD sempat terganggu selama dua bulan karena gagal lelang hingga empat kali.

Panitia lelang menyeleksi peserta lelang TI Pemprov Jabar dari sisi harga penawaran, administrasi, dan kemampuan teknis perusahaan.

Ika tidak menyebutkan rincian hasil penilaian panitia lelang dengan alasan kerahasian dokumen. (K45)

Read more.....

24 Juni 2009 KERJA SAMA PT APLIKANUSA LINTASARTA, LMD, DIGIGAMES

Layanan Plus Game Center, Bisa Bayar Tagihan PLN dan Telepon

Seputar Indonesia

Pangsa pasar game center kini semakin luas. Selain melayani kebutuhan game online, kini game center dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang ingin membayar beragam tagihan.

Misalnya, pembayaran listrik, telepon, atau tagihan lainnya. Kok bisa?

Pelayanan baru tersebut dimungkinkan jika game center menggunakan jaringan PT Aplikanusa Lintasarta dan Lintas Media Danawa (LMD), anak perusahaan Lintasarta yang bergerak di bidang content, khususnya gaming. “Jaringan kami memungkinkan bagi Anda pengusaha game center menyediakan layanan pembayaran online yang selama ini dilayani jaringan Lintasarta,” kata General Manager Pengembangan Bisnis dan Jasa Lintasarta Gidion S Barus saat meresmikan kerja sama Lintasarta, LMD, dan DigiGames, game center ternama di Kota Bandung, belum lama ini.

Dia menambahkan, game center juga mendapat jaminan koneksi atau komunikasi data berkecepatan tinggi serta berkapasitas besar. “Bisnis di game center membutuhkan investasi yang besar, seperti menyediakan spesifikasi PC yang lebih baik supaya tampilan gambar lebih tajam, lalu kapasitas data yang harus besar pula,” katanya.

Melalui kerja sama dengan LMD, game center juga memungkinkan memanjakan para pengunjungnya yang punya obsesi “bertempur” dengan pemain lainnya di daerah lain secara bersama-sama. Jadi, bila ada yang ingin menggelar kontes kepiawaian bermain game bisa memanfaatkan game center berjaringan Lintasarta.

Vice President LMD Firdaus Kurniawan mengutarakan, perusahaannya merupakan pemegang lisensi Valve Games. Dengan demikian, game center yang berlangganan jaringan Lintasarta dapat menyediakan lebih dari 200 games on-line yang terdapat di dalam Valve Games. “Para gamers dapat menikmati permainan secara massal seperti Counter Strike, Left 4 Dead, Team Fortress2, Half Life2, Joint Task Force, Ducati Championship, dan masih banyak lagi,” ucapnya.

Terkait kualitas jaringan, Gidion menjamin, kualitas yang diberikan Lintasarta bisa diandalkan pencinta games. Pasalnya, kecepatan yang diberikan menciptakan waktu jeda sangat kecil. “Ini akan menciptakan kenyamanan tersendiri bagi para gamers. Sebab, meskipun main di lain kota, kecepatan respons yang ada di display terlihat seperti bermain dalam satu PC yang sama,” ujarnya.

Hal ini terbukti ketika Lintasarta, LMD, dan DigiGames, Jumat (19/6) lalu, menggelar uji coba jaringan, yakni dengan bermain Counter Strike, sekitar lima pemain sebagai teroris melawan lima pemain lagi sebagai counter teroris. Perlu diketahui, mereka bermain di kota yang berlainan. “Si teroris” bermain di Kota Bandung, sementara lawannya bermain di Jakarta.

Hasilnya, permainan tersebut sangat atraktif. Tidak terlihat adanya delay yang membuat permainan menjadi kaku dan “melelahkan”. “Kami mendukung jaringan infrastruktur komunikasi untuk penyelenggaraan jasa content gaming dan akses internet melalui jalur fiber optik bagi DigiGames,” papar Pimpinan Divisi Wilayah Usaha Tengah Lintasarta Gatot Santoso.

Nilai tambah yang diberikan tidak berhenti sampai di situ, game center juga tidak perlu lagi menyediakan voucher game yang selama ini harus mereka stok. Masalah stok voucher memang cukup menyusahkan. Pasalnya, para pengusaha game center harus berinvestasi cukup besar untuk pengadaan voucher.

Apa yang disampaikan manajemen Lintasarta diamini Direktur DigiGames Indonesia Persada Rheza Surya Atmaja. Dia mengungkapkan, dengan kualitas jaringan yang bagus maka para gamers akan merasa sangat nyaman. (m iqbal)

Read more.....

15 Mei 2009 Lintasarta Tawarkan “Contact Center” pada Perbankan

Jakarta, Koran Jakarta – PT Aplikanusa Lintasarta menawarkan solusi contact center bagi industri perbankan. Solusi berupa layanan pelanggan yang terdiri dari multichannel, baik melalui telepon, SMS, web chat, VoIP, maupun e-mail, itu diharapkan dapat meningkatkan kontribusi segmen perbankan bagi pendapatan Lintasarta.

“Kami menyediakan dua buah layanan untuk contact center, antara lain Inbound Call dan Outgoing Call,” ujar Manager Pengembangan Produk Lintasarta Indra Yana, di Jakarta, Rabu (13/5).

Inbound Call merupakan layanan kontak masuk ke perusahaan berupa pendukung produk dan penanganan keluhan pelanggan, sedangkan Outgoing Call merupakan layanan kontak ke pelanggan berupa telemarketing, promo produk, debt collection, dan telesurvey.

Dijelaskannya, untuk memberi kemudahan kepada pelanggan, implementasi layanan contact center juga dapat dilakukan sepenuhnya pada Lintasarta. Dengan demikian, Lintasarta akan bertanggung jawab dalam menyiapkan fasilitas dan infrastruktur call center, agen, pengelolaan operasional harian, hingga laporan rutin.

“Jadi, perusahaan cukup menyediakan database pelanggannya, CRM, dan penjelasan produknya. Pengelolaan penuh menjadi tanggung jawab kami,” katanya.

Namun, implementasi layanan contact center juga dapat dilakukan langsung oleh perusahaan. Jika metode ini yang dipilih, Lintasarta hanya menyediakan infrastruktur call center dan operasional nomor telepon, toll free, premium call, dan SMS. Sedangkan pelanggan menyiapkan agen pelayanan pelanggan dan sistem database-nya. *dni/E-2

Read more.....

07 Mei 2009 Lintasarta Garap Solusi Migas

Jakarta, Bisnis Indonesia – PT Aplikanusa Lintasarta mengembangkan pasar solusi di sektor minyak dan gas dengan solusi virtual meeting dan business continuity plan (BCP).

Lintasarta dalam siaran persnya menyebutkan solusi tersebut bertujuan memberikan kemudahan fasilitas komunikasi dan perlindungan sistem TI perusahaan.

Solusi virtual meeting dibuat agar para karyawan yang berada di tengah laut, hutan atau di lokasi offshore dimana pun dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan keluarga di rumah.

Desain solusi itu menggabungkan teknologi very small aperture terminal (VSAT), video conference dan Internet. (BISNIS/ROY)

Read more.....

24 April 2009 Lintasarta Tembus Pendapatan Rp 1 Triliun

Rakyat Merdeka – PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), anak perusahaan dari PT Indosat Tbk berhasil menembus pendapatan Rp 1 triliun pada tahun 2008. Keberhasilan tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya perluasan infrastruktur.

Direktur Utama Lintasarta Noor SDK Devi mengatakan, ada tiga faktor keberhasilan Lintasarta tahun 2008. Antara lain, mengembangkan produk yang mempunyai nilai tambah, memperluas infrastruktur dan meningkatkan layanan after sales service.

Menurut dia, meningkatnya kompetisi di industri telekomunikasi data dan internet, membuat Lintasarta terus mengembangkan inovasi dan solusi terbaru bagi pelanggan. “Kami sadar dengan kompetisi ketat, harus menyediakan layanan teknologi lebih baik, cepat dan tepat guna,” kata Devi, dalam acara Media Gathering dalam rangka HUT Lintasarta ke-21 di Jakarta, baru-baru ini.

Selain menawarkan jasa komunikasi data dan internet, tahun 2008 Lintasarta sukses mengembangkan Jasa Nilai Tambah. Yakni Video Conference, Data Center, Managed Service, SMS Corporate, Corporate Mailer dan lain-lain. Jasa Nilai Tambah itu mendapat sambutan positif pelaku industri. Sebab, dengan mengimplementasikan jasa-jasa tersebut meningkatkan kinerja dan memberi dampak efisiensi.

Keberhasilan Lintasarta juga didukung ketersediaan infrastruktur multi akses yang terdiri Fiber Optic, Broadband Wireless Access dan Satelit. Sejak 2007, Lintasarta mengembangkan layanan Fiber Optic di 12 kota di Indonesia. “Infrastruktur fiber optic merupakan investasi janga panjang dan meningkatkan kualitas nyata bagi solusi yang diberikan pada pelanggan,” tambah Devi.

Menurut Devi, komitmen Lintasarta adalah memberikan after sales service yang baik. Berdsarkan riset kepuasan pelanggan 1.200 perusahaan pengguna layanan komunikasi data dan internet yang dilakukan lembaga riset GRP tahun 2008, pelanggan korporasi memberikan apresiasi yang baik terhadap layanan after sales service Lintasarta.

“Tim pelayanan pelanggan kami responsif dan memahami permasalahan pelanggan,” katanya.

Namun, kesuksesan yang diraih di 2008 tidak membuat Lintasarta berpuas diri. Lintasarta bertekad melakukan pembenahan di berbagai sektor pada 2009 melalui tema “Creative Solutions”, sebagai bagian solusi bisnis pada pelanggan dalam menghadapi krisis global, dengan memberi solusi-solusi tepat.

Devi menjelaskan, perusahaan manufaktur berskala besar sudah menggunakan sistem aplikasi seperti Enterprise Resources Planning (ERP).

Untuk mengoptimalkan sistem aplikasi ERP, Lintasarta punya layanan VPN Multi Service untuk koneksi antara kantor cabang, pabrik, depo ke kantor pusa secara fixed (tetap) atau melalui akses mobile. *DIN

Read more.....

25 Februari 2009 Mampu Meraba & Melihat Maunya Pelanggan

M Ma’ruf, GM Marketing Division PT Aplikanusa Lintasarta

Rakyat Merdeka, Minimnya pesaing, membuat tim marketing PT Aplikanusa Lintasarta yakin akan selalu mendominasi pasar penyediaan jaringan telekomunikasi. Kini, Ma’ruf mampu melihat, meraba dan mengukur keinginan setiap pelanggan Lintasarta.

Sejak lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1990, dia sudah merasakan dua kali situasi kerja, yakni di pabrik dan konsultan. Namun sejak 1991 dia merasakan manisnya bekerja di sebuah kantoran. Saat itu, Ma’ruf memutuskan bergabung bersama PT Aplikanusa Lintasarta hingga kini.

Ketika bergabung dengan anak perusahaan Indosat ini, dia menjabat posisi marketing. Tugasnya, memasarkan produk-produk Lintasarta.

Berkat kepiawaian dan keuletannya, dia akhirnya diangkat sebagai General Manager (GM) Marketing Division PT Aplikanusa Lintasarta.

Sebagai seorang GM Marketing, dia bersama timnya harus dapat melihat, meraba atau meramalkan sampai dapat menentukan ukuran market saat ini.

“Selain itu, harus mengetahui posisi Lintasarta sekarang ada dimana dan bagaimana caranya masuk ke market itu. Itu tugas teman-teman di marketing agar tumbuh dan berkembang,” katanya.

Menurutnya, setiap ada peluang, dirinya langsung akan memasarkan produk kepelanggan. Dia optimistis produknya akan memenangkan persaingan, karena hingga kini belum ada kompetitor yang setara dengan Lintasarta. Kalaupun ada, perusahaan tersebut tidak total menjual berbagai produk telekomunikasi. Rata-rata hanya fokus pada bidang tertentu atau menyediakan produk-produk tertentu misalnya penyedia jaringan saja. Sementara di Lintasarta semuanya tersedia. “Kita ini lengkap dan boleh dibilang nggak ada perusahaan yang seperti Lintasarta,” katanya.

Prinsip dimiliki Lintasarta adalah berupaya agar berbagai produknya tidak ditiru perusahaan lain. Karena itu, setiap produk harus mempunyai sesuatu yang unik di mata pelanggan, bukan di mata orang Lintasarta.

Dengan segala keunikan produk-produknya yang selalu berinovasi, membuat target yang direncanakan sejak awal selalu tercapai. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari hasil kerja seluruh karyawan.

Alhamdulillah, penambahan pelanggan sesuai target bahkan melebihi,” katanya. *DIN

Read more.....

23 Februari 2009 Lintasarta Tawarkan Alih Daya

Jakarta, Investor Daily – Industri makanan dan manufaktur mulai menyerahkan pengelolaan atau alih daya (outsourching) teknologi informasi (TI) pada pihak ketiga. Ini untuk pengehematan belanja modal (capital expenditure/capex). Kendati belum bisa diketahui besarannya, namun ceruk pasarnya diproyeksikan sangat potensial.

“Karena (ceruk pasar) besar itulah kami akan gencar menawarkan jasa outsourching pada industri itu,” kata Direktur Aplikanusa Lintasarta Samsriyono Nugroho usai penandatanganan kerja sama Lintasarta dengan Kentucky Fried Chiken (KFC) di Jakarta, Selasa (17/2).

Menurut dia, ada perusahaan yang hanya menyerahkan jaringannya saja pada pihak ketiga. Namun, tidak sedikit yang memercayakan seluruh keperluan TI kantor cabang diserahkan pada perusahaan yang menguasai TI.

Bagi Lintasarta, ketersediaan jaringan telekomunikasinya yang selama ini disewa industri finance masih terbuka ruang bagi industri lain. Selama ini anak perusahaan Indosat ini menguasai lebih dari 70% pasar jasa daya telekomunikasi di sektor finansial.

Samsriyono mengatakan, perusahaan akan menawarkan beragam solusi sesuai dengan anggaran yang mereka miliki. Flekbilitas penawaran ini diharapkan mendongkrak ceruk pasarnya, yang sekarang ini hanya berkisar 10-60%.

Di tempat sama, PT Fastfoof Indonesia (FFI) Tbk, pemilik gerai Kentucky Fried Chiken (KFC), mengalokasikan hingga 10% untuk belanja modal teknologi informasi (TI)-nya guna mendukung penjualan. Sejumlah provider dilibatkan di antaranya PT Aplikanusa Lintasarta (outsourching jaringan telekomunikasi) dan Infomedia (Call Center).

Menurut Catering & Delivery Manager FFI Israwan Tri Santoso, kecilnya alokasi untuk TI karena perseroan memilih outsourching pada penyelenggara telekomunikasi yang sudah ada. “Bisa habis Rp10 miliar kalau harus kami bangun (infrastruktur IT) sendiri,” kata dia. (cep)

Read more.....

06 Februari 2009 Lintasarta Perkuat Komunikasi Data

Jakarta, Investor Daily – PT Aplikasinusa Lintasarta (Lintasarta) akan fokus pada bisnis utamanya, komunikasi data. Anak usaha Indosat ini menguasai pasar komunikasi data hingga 70% di industri keuangan. Penguasaan pasar Lintasarta di industri telekomunikasi, perdagangan, pertambangan, transportasi dan lembaga nirlaba pada kisaran 10-60%.

“Bisnis utama kami data koneksi. Sedangkan internet dan bisnis berikutnya,” papar Direktur Utama PT Lintasarta Noor SDK Devi dalam penjelasannya di acara pencangangan Creative Solution 2009 di Jakarta, Kamis (5/2).

Hingga kini, sebanyak 1.400 pelanggan korporasi memakai jasa 14 ribu jaringan Lintasarta.
Mayoritas pelanggannya bergerak di sektor keuangan. Bisa dikatakan, kata dia, perusahaan menguasai pasar komunikasi data sektor perbankan hingga 70%.

General Manager Marketing Lintasarta M Ma’ruf menerangkan, perusahaan menguasai sektor perbankan dan keuangan. Sedangkan penguasaan di sektor lain berkisar 10-60%.

Mengenai pendapatan 2008, Devi belum bersedia mebeberkannya karena tengah diaudit.

Kontribusinya pada Indosat MIDI (Multimedia Internet Data Interkoneksi) pada 2007 sebesar Rp 878 miliar dari total pendapatan Indosat sekitar Rp 4 triliun atau sekitar 20%. Dia memperkirakan proyeksi kontribusinya tidak selisih jauh dengan pendapatan tahun sebelumnya.

Tentang gejolak krisis keuangan global, dia mengatakan bakal berpengaruh pada pendapatan perusahaan. Pengaruh itu terjadi tak lepaa dari sejumlah korporasi yang tengah mengurangi capital expenditure (capex) dan operational expenditure (opex).

Namun demikian, kebijakan korporasi memangkas biaya-biaya tidak akan memangkas pendapatannya. “Pendapatan kami tetap akan naik, tapi tidak sebesar tahun sebelumnya,” papar dia. (cep)

Read more.....

Lintasarta Rilis Solusi Kreatif

Medan, Binis Indonesia – PT Aplikasinusa Lintasarta siap membantu perusahaan-perusahaan dalam mengimplementasikan solusi kreatif berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan nilai perusahaan.


Lisa Adriana, Vice President Corporate Secretary PT Lintasarta, mengatakan solusi kreatif merupakan suatu pesan kepada dunia usaha agar jangan ragu dalam mengeluarkan ide-ide kreatif dan inovatif walaupun kondisi sedang tidak menentu.

“Lintasarta siap membantu dunia usaha untuk menerapkan ide kreatif dan inovasi berbasis teknologi informasi,” ujarnya di Medan, kemarin. (BISNIS/MSI)

Read more.....