Rakyat Merdeka – PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), anak perusahaan dari PT Indosat Tbk berhasil menembus pendapatan Rp 1 triliun pada tahun 2008. Keberhasilan tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya perluasan infrastruktur.Direktur Utama Lintasarta Noor SDK Devi mengatakan, ada tiga faktor keberhasilan Lintasarta tahun 2008. Antara lain, mengembangkan produk yang mempunyai nilai tambah, memperluas infrastruktur dan meningkatkan layanan after sales service.
Menurut dia, meningkatnya kompetisi di industri telekomunikasi data dan internet, membuat Lintasarta terus mengembangkan inovasi dan solusi terbaru bagi pelanggan. “Kami sadar dengan kompetisi ketat, harus menyediakan layanan teknologi lebih baik, cepat dan tepat guna,” kata Devi, dalam acara Media Gathering dalam rangka HUT Lintasarta ke-21 di Jakarta, baru-baru ini.
Selain menawarkan jasa komunikasi data dan internet, tahun 2008 Lintasarta sukses mengembangkan Jasa Nilai Tambah. Yakni Video Conference, Data Center, Managed Service, SMS Corporate, Corporate Mailer dan lain-lain. Jasa Nilai Tambah itu mendapat sambutan positif pelaku industri. Sebab, dengan mengimplementasikan jasa-jasa tersebut meningkatkan kinerja dan memberi dampak efisiensi.
Keberhasilan Lintasarta juga didukung ketersediaan infrastruktur multi akses yang terdiri Fiber Optic, Broadband Wireless Access dan Satelit. Sejak 2007, Lintasarta mengembangkan layanan Fiber Optic di 12 kota di Indonesia. “Infrastruktur fiber optic merupakan investasi janga panjang dan meningkatkan kualitas nyata bagi solusi yang diberikan pada pelanggan,” tambah Devi.
Menurut Devi, komitmen Lintasarta adalah memberikan after sales service yang baik. Berdsarkan riset kepuasan pelanggan 1.200 perusahaan pengguna layanan komunikasi data dan internet yang dilakukan lembaga riset GRP tahun 2008, pelanggan korporasi memberikan apresiasi yang baik terhadap layanan after sales service Lintasarta.
“Tim pelayanan pelanggan kami responsif dan memahami permasalahan pelanggan,” katanya.
Namun, kesuksesan yang diraih di 2008 tidak membuat Lintasarta berpuas diri. Lintasarta bertekad melakukan pembenahan di berbagai sektor pada 2009 melalui tema “Creative Solutions”, sebagai bagian solusi bisnis pada pelanggan dalam menghadapi krisis global, dengan memberi solusi-solusi tepat.
Devi menjelaskan, perusahaan manufaktur berskala besar sudah menggunakan sistem aplikasi seperti Enterprise Resources Planning (ERP).
Untuk mengoptimalkan sistem aplikasi ERP, Lintasarta punya layanan VPN Multi Service untuk koneksi antara kantor cabang, pabrik, depo ke kantor pusa secara fixed (tetap) atau melalui akses mobile. *DIN
0 komentar:
Posting Komentar