24 April 2009 PT Telkom Bidik 80.000 Pelanggan

Purwakarta (Seputar Indonesia) – PT Telkom Indoneisia Tbk Bekasi-Purwakarta membidik 80.000 pelanggan jaringan Flexi di purwakarta pada tahun ini. Salah satu upayanya dengan membangun BTS di 28 titik. Diharapkan langkah tersebut dapat menjangkau daerah-daerah pelosok yang belum tersentuh jaringan seluler lain.

Kepala Kantor Cabang Telekom (Kakancatel) Purwakarta Muskab Muzakkar mengungkapkan, selain penempatan 28 BTS, pihaknya juga menambah jaringan mobil di tol Cipularang Km 88 dan di Kecamatan Wanayasa, sehingga jaringan di dua lokasi itu dapat berjalan maksimal.

“Kami tidak semata-mata menekankan pada orientasi bisnis semata. Akan tetapi, juga membuat Telkom sebagai agent development untuk masyarakat. Walaupun ada unsur-unsur usaha, tidak sedominan jaringan telepon seluler lain,” kata Muskab kepada Seputar Indonesia saat menghadiri acara temu autlet di Kantor PT Telkom cabang Purwakarta, Jalan KK Singawinata, kemarin.

Saat ini, lanjut dia, jumlah pelanggan Flexi di wilayah Purwakarta sudah mencapai 30.000 orang. Konsumen sebanyak itu menjadi modal dasar unsur terus digenjot agar pencapaian target dapat tercapai. Apalagi, dengan keunggulan cepat dan murah bisa mempermudah penarikan pelanggan.

Dalam hal pangsa pasar, pihaknya tidak menekankan pada salah satu kelompok semata, melainkan terhadap semua masyarakat. Selain, adanya terobosan berupa program free modem dan free aktivitasi bagi para pengguna internet.

Disinggung mengenai pelanggan telepon kabel, Muskab mengakui terjadi penurunan yang signifikan. Hal ini terjadi seiring pesatnya perkembangan telepon seluler (ponsel) yang sudah menjadi gaya hidup. Meskipun demikian, bukan berarti menutup rapat bagi pemasang baru telepon kabel.

Untuk telepon kabel ini, kendala utama adalah keamanan jaringan. Pasalnya, selama 2008 lalu kerap terjadi pencurian kabel Telkom. Sepanjang tahun itu, tercatat 275 kasus dengan kerugian sebesar Rp 1 miliar. Sementara, dalam empat bulan belakangan ini terdapat 18 kasus pencurian.

“Kerja sama kami dengan aparat keamanan tahun ini cukup baik. Hasilnya, lima pencuri kabel bawah tanah dapat ditangkap. Pengawasan terhadap jaringan kabel ini pun akan terus diperketat, terutama di daerah-daerah rawan, seperti Kecamatan Bojong, Darangdan, Sukatani dan Maniis,” paparnya.

Sementara itu, seorang pelanggan Flexi, Winarsih, 20, warga Jalan Flamboyan, Kelurahan Nagri Kaler, meminta pihak PT Telkom memperkuat jaringannya dibeberapa daerah pelosok, seperti Kecamatan Bojong. “Masalahnya, ketika saya berada di kecamata itu, sinyal Flexi tidak stabil. Lebih sering ponsel tidak dapat digunakan, baik menghubungi maupun dihubungi,” tuturnya (asep supiandi)

0 komentar: