24 April 2009 Tunggu Hasil Konsultasi Dengan Depkeu

Pemerintah Belum Patok Harga Frekuensi BWA

Rakyat Merdeka – Untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur broadband, pemerintah telah menyediakan dua jalan keluar. Yaitu, mempercepat pembangunan Palapa Ring dan segera menggelar tender Broadband Wireless Acces (BWA).

Menurut Staf Ahli Menkominfo Suhono Harso Supangkat, tender BWA telah memasuki masa undangan peserta. “Minggu depan akan ketahuan siapa saja peminatnya,” ujar Suhono di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, pemerintah telah membagi 100 MHz frekuensi di spektrum 2,3 GHz di 15 zona di seluruh Indonesia. Nantinya, peserta tender bisa menawar maksimal 30 MHz di setiap blok. Suhono menyatakan, pemerintah sedang menentukan harga frekuensi BWA dan menunggu hasil konsultasi dengan Departemen Keuangan.

“Penetapan harga BWA harus tidak merugikan negara, tetapi juga tidak memberatkan industri. Ini yang harus dicari jalan tengahnya agar harga tetap pro rakyat,” kata Suhono.

Karena itu, lanjut dia, setiap wilayah akan diisi oleh tiga operator dengan harga yang bervariasi. “Semua itu, tergantung tingkat kepadatan trafik dan potensi calon pelanggan di tiap wilayah tersebut,” imbuhnya.

Sebelumnya, kalangan industri mengkhawatirkan pemerintah akan menetapkan harga frekuensi BWA setara dengan 3G atau mencapai Rp160 miliar. Namun Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar menegaskan, harga fekuensi BWA bakal lebih murah dari 3G.

Seperti diketahui, BWA dianggap masuk kategori jaringan tetap lokal area terbatas seperti FWA (fixed wireless access). Sementara 3G layaknya lisensi seluler bergerak. Bedanya biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi antara FWA seluler ialah 1:8. Artinya, bisa saja frekuensi BWA lebih murah seperdelapan dibanding 3G.

Secara terpisah, Kepala Pusat Informasi Depkominfo Gatot S. Dewo Broto menegaskan, harga frekuensi BWA belum ditentukan mengingat harga dasar dari peserta belum masuk.

“Harga dasar diambil dari penawaran peserta. Setelah itu ditentukan benchmark (tolok ukur)-nya. Sebaiknya jangan berandai-andai dulu soal harga BWA lebih murah atau lebih mahal dari 3G,” pungkasnya. *DWI

0 komentar: