19 Februari 2009 Nortel Amankan Kontrak Dengan Operator di RI

SIAPKAN DANA US$ 2,4 MILIAR

Oleh Rizal Calvary

Jakarta, Investor Daily - Raksasa telekomunikasi asal Kanada, Nortel Networks Inc mengajukan perlindungan kepailitan ke pengadilan Kanada, Eropa dan Amerika Serikat. Namun, bisnis dan kontraknya di Indonesia tetap dijamin dan operator telekomunikasi, pelanggan dan pemasok diharap tidak panik.

Demikian dikatakan Vice President Enterprise Nortel Asia Selatan Mark Fioretto di Jakarta, Rabu (18/2).

“Tidak akan ada pemutusan ataupun penangguhan kontrak bisnis dengan operator atau pelanggan kami yang lain,” kata Mark Fioretto menjawab pertanyaan Investor Daily.

Mark secara khusus datang ke Indonesia kemarin untuk menenangkan semua pelanggan, pemasok, dan operator yang menjadi mitra strategis Nortel di Indonesia.

Sebelumnya muncul kepanikan diantara para mitra perusahaan sehubungan munculnya pemberitaan miring tentang kinerja perusahaan yang masuk daftar Top 50 Fee-Only Advicer Majalah Forbes itu. Dikhawatirkan berita itu dapat membuat mitranya hengkang dan bingung.

Pertengah januari 2009, Nortel mengajukan perlindungan kepailitan ke pengadilan Kanada, Eropa, dan Amerika Serikat. Produsen perangkat telekomunikasi berbasis di Amerika Utara itu, diberitakan mengalami kebangkrutan menyusul anjloknya pesanan perangkat telekomunikasi akibat terjangan krisis finansial global.

Sebelumnya, Nortel memang mengeluarkan pernyataan pers terkait kondisi perusahaan di markasnya di Toronto, Kanada. Nortel, menurut keterangan itu, melakukan konsolidasi dan pembenahan internal sejak akhir 2005. Proses itu kemudian terganggu krisis finansial global pada 2008, bahkan sulit terlaksana.

Meski demikian, Mark menegaskan, Nortel tidak dalam keadaan bangkrut atau minta dipailitkan sebagaimana santernya pemberitaan. “Yang benar, utang-utang kami akan direstrukturisasi oleh kreditor,” kata Mark.

Mark tidak bersedia menyebutkan berapa utang yang akan direstrukturisasi. Namun analis Wall Street mengatakan, Nortel memiliki utang sebesar US$4,5 miliar yang jatuh tempo pada 2011.

Nortel mengajukan perlindungan likuiditas atau Companie's Creditors Arrangement Act (CCAA) di saat restrukturisasi sedang berjalan. “Jadi bukan Chapter 7 melainkan Chapter 11 atau masih pada tahap pengajuan restrukturisasi kredit. Kalau Chapter 7 berarti pailit,” tandas Mark.

Menurut Mart, kondisi keuangan Nortel cukup kuat untuk beroperasi dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan, Nortel benyapkan dana tunai sebesar US$2,4 miliar untuk mempertahankan likuiditas dan mendanai ongkos operasi selama proses restrukturisasi.

Tahun lalu, Nortel menggelontorkan dana sebesar US$478 juta guna memastikan roda bisnis perusahaan teknologi CDMA berjalan dengan baik. Analis Wall Street memperkirakan, Nortel masih sangat kuat sebab perusahaan itu masih memiliki cadangan dana tunai senilai US$2,6 miliar.

Bangun Jaringan Data
Sementara itu, Direktur PT Nortel Networks Indonesia Endang Rachmawati menyatakan, hingga saat ini, pihaknya tengah berupaya menjelaskan kepada operator dan pelanggannya tentang duduk masalah yang menimpa Nortel. “Kami berupaya menjelaskan kepada mitra kami,” kata Endang.

Dia mengatakan lagi, salah satu operator telekomunikasi nasional PT Bakrie Telecom merupakan pelanggan utama pasokan perangkat teknologi telekomunikasi. Investor Daily berupaya menghubungi Direktur Layanan Korporasi Bakrie Telecom Rakhmad Junaidi untuk diminta konfirmasnya, namun belum berhasil.

Kendati demikian, salah satu mitranya di Indonesia PT Harvest Perdana Kompakindo (HPK) tetap melanjutkan kerja sama dengan Nortel untuk membangun jaringan data. “Kami akan terus bekerja sama dengan Nortel dengan perangkat layanan lengkap yang profesional, mencakup perencanaan dan pembangunan jaringan data.” Kata Direktur PT HPK Benedictus Widjaja.

Benedictus mengakui, pihaknya sudah mendapat jaminan langsung dari nortel. “Nortel bilang operasional harian akan berlanjut terus tanpa hambatan,” tambah Benedictus. Bahkan, Afiliasi Nortel di Asia seperti LG Nortel tidak termasuk dalam proses ajuan kepailitan.

Nortel mempekerjakan lebih dari 95.00 karyawan. Kapitalisasi pasar Nortel sempat mencapai US$297 miliar.

0 komentar: