Jakarta, Investor Daily (26/5/2009) – Rencana PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengakuisisi perusahaan telekomunikasi di Iran, Telecommunications Company of Iran (TCI) masih terkendala aspek nonkomersial, meski evaluasi menyeluruh sudah diselesaikan. Dari sisi bisnis, manajemen Telkom menganggap tidak ada masalah karena sektor telekomunikasi terus berkembang.
Aspek nonkomersial itu di antaranya adalah karena Iran merupakan negara yang mendapat sanksi dari Amerika Serikat (AS). Selain itu, pelaksanaan tender pada Juli 2009 adalah bertepatan dengan pemilihan presiden di Iran, sehingga ada kemungkinan pelaksanaan tender diundur dari jadwal semula.
“Telkom sudah menyelesaikan berbagai evaluasi atas rencana akuisisi perusahaan telekomunikasi di Iran itu, tinggal proses tender dan aspek nonkomersialnya saja,” kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah usai Press Gathering, di Purwakarta, akhir pekan lalu.
TCI akan menjual 30-50% sahamnya pada Juli 2009 melalui proses tender. TCI yang sahamnya dikuasai pemerintah Iran ini hingga September 2008, memiliki jumlah pelanggan telepon tetap (fixed line) 24 juta sambungan, dan 28 juta pelanggan seluler.
Rinaldi mengakui, Telkom berniat ikut proses tender itu melalui anak perusahaannya, PT Telkom Internasional Indonesia (TII) yang bermarkas di Singapura. Salah satu syarat menjadi peserta tender TCI itu adalah pemegang saham peserta tender harus bebas dari AS. Sedangkan untuk aspek nonkomersialnya, Iran merupakan negara yang mendapat sanksi dari AS.
Proses tender itu semula akan direncanakan pada Juli 2009. Namun, saat itu, seperti halnya di Indonesia, Iran akan menggelar pemilihan presiden. Proses tender itu kemungkinan akan diundur. Oleh karena itu, jelas Rinaldi, pihaknya hingga kini belum menyampaikan harga penawaran atas rencana akuisisi tersebut, termasuk dana yang disiapkan untuk aksi korporasi itu.
Menurut Rinaldi, Telkom juga sedang menjajaki pembentukan konsorsium untuk mendanai akuisisi tersebut. Ia menyebutkan, dana yang digunakan untuk akuisisi itu diambil dari luar pos belanja modal (capex) perseroan 2009 yang dianggarkan sebesar US$2,1 miliar. (cep)



0 komentar:
Posting Komentar