Bandung, Pikiran Rakyat (26/5/2009) – PT Excelcomindo Pratama (XL) menyatakan akan mulai mengalihkan fokus pemasarannya pada kualitas layanan dan tidak akan terlibat lagi dalam perang tarif.
“Bisa melalui penguatan dan perluasan jaringan, tambahan konten, serta inovasi produk seperti bundling,” ujar Nuruddin Al Fhitroh, GM Sales Operation XL Centeral Region, di Bandung, Senin (25/5).
Terutama bagi XL Central Ragion yang berpotensi paling besar karena mencakup wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY, Nuruddin mengatakan harus bisa meraih simpati pasar. Berbeda dengan tahun sebelumnya, para operator telekomunikasi terkesan “perang tarif” untuk meraup banyaknya pelanggan.
Ia menjelaskan sebetulnya perang tarif hanyalah perang persepsi soal tarif kepada pelanggan. “Ada banyak cara untuk melakukannya, di XL kami mulai dengan Rp 1/detik pada tahun 2005 lalu dan langsung terbukti keberhasilannya. Dan itulah titik balik XL menjadi salah satu operator telekomunikasi unggulan nasional,” ujarnya memaparkan.
Sekarang ini, kata Nuruddin, XL harus mampu menjaga jumlah pelanggan yang sudah berhasil diraih.
“Salah satu caranya yaitu meningkatkan kualitas agar memberi kenyamanan bagi pelanggan,” tuturnya.
Vice President XL Central Region Joedi Wisoeda menjelaskan tahun ini XL mulai bergerak dari Wave 1 ke Wave 2 dan targetnya awal 2010 bisa menuju wave 3. “Dalam industri seluler, Wave 1 diartikan kondisi perusahaan yang masih bergantung pada harga dan potensi pengguna ponsel masih besar. Wave 2 adalah kondisi harga sudah tidak menjadi parameter serta stabilnya jumlah pelanggan, namun masih banyak pelanggan swinger atau masih berganti-ganti SIM Card. Wave 3 yaitu tidak adanya swinger dan keseluruhan pelanggan berstatus postpaid,” kata Joedi. (A-176)***



0 komentar:
Posting Komentar