24 Juni 2009 3 Instansi desak RIM buka service center

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia

Jakarta: Tiga instansi pemerintah mendesak Research in Motion (RIM), vendor BlackBerry asal Kanada, segera melakukan studi kelayakan menjelang pembukaan pusat layanan purnajual (service center) di Indonesia.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan hal tersebut merupakan hasil pertemuan antara Depkominfo dengan Departemen Perdagangan, dan Departemen Keuangan, serta perwakilan dari operator mitra RIM.

“Saat ini RIM berjanji sesegera mungkin melakukan studi kelayakan guna mencari format terbaik bagi pendirian kantornya di Indonesia, apakah berbentuk representative office, sales service, atau service centre,” ujarnya, kemarin.

Sejauh ini, layanan purnajual perangkat BlackBerry masih terikat dengan penyelenggara telekomunikasi atau distributor tempat masyarakat membeli produk tersebut.

Namun, jika ada masalah lebih lanjut harus dibawa ke Singapura sebagai lokasi layanan purnajual terdekat.

Awal pekan ini, pemerintah dan ketiga operator telekomunikasi yang terafiliasi dengan layanan BlackBerry di Indonesia sepakat mendukung sikap tegas pemerintah. Pendirian service centre RIM di Indonesia diyakini mengurangi biaya operasional layanan purnajual.

“Sekarang para operator harus menanggung biaya membawa perangkat yang tidak bisa diatasi oleh mereka di Indonesia, ke service center RIM di Singapura,” ujarnya.

Ditjen Postel masih melakukan penolakan terhadap permohonan pengajuan sertifikasi tipe baru produk BlackBerry sampai dengan terpenuhinya persyaratan after sales services sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No.29/2008.

Tindakan tegas
Depag dan Depkeu sudah menyetujui kebijakan Depkominfo jika sewaktu-waktu diminta menghentikan importasi produk BlackBerry sampai RIM menepati janjinya.

Gatot mengatakan pihaknya akan terus bersikap tegas dan memerikan aksi lebih nyata dalam mendorong RIM memenuhi aturan yang berlaku di Indonesia. Pemerintah sangat menyadari potensi pasar BlackBerry di Idnonesia termasuk yang paling menonjol di Asia.

“Kami masih menolak sementara permohonaan sertifikasi BlackBerry dari pihak yang terafiliasi dengan RIM sejak bulan lalu maupun oleh beberapa importir di luar kerja sama dengan RIM sejak pekan lalu,” ujarnya.

Pemerintah sebelumnya berencana mencabut sertifikasi perangkat A milik perusahaan pengimpor BlackBerry dan RIM.

0 komentar: