Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
Jakarta: PT Excelcomindo Pratama Tbk meningkatkan pengendalian nomor perdana yang setiap bulannya terserap 25% dari total ke pasar secara nasional.
Joy Wahyudi, Director of Commerce PT Excelcomindo Pratama Tbk, mengatakan secara fluktuatif sekitar 25% dari total 4 juta nomor perdana yang dipasok diserap pasar setiap bulan.
“Pada saatnya [setelah masa tenggat habis] sisa kartu-kartu ini kami daur ulang, ini kami kendalikan agar tidak oversupply, karena selama ini tingkat nomor hangus [churn rate] juga tidak riil,” ujarnya.
Menurut Joy, untuk menahan tingkat nomor hangus pihaknya sudah menyiapkan strategi. “Menahan churn tetap kami upayakan kendati penyebabnya bisa banyak faktor dan salah satunya mungkin adalah banyaknya jumlah kartu yang beredar,” tuturnya di sela-sela peluncuran Bonus Isi Ulang (Siul) XL Prabayar, baru-baru ini.
Sejauh ini, churn rate pelanggan XL diperkirakan mencapai sekitar 10% atau lebih rendah dari rata-rata churn rate di industri telekomunikasi yang mencapai 30%.
Kendati XL sempat mencatat churn rate tinggi pada awal tahun ini, operator tersebut berhasil mengelola tingkat nomor hangus sekitar 10%.
Program liburan
XL meluncurkan program Siul yang melengkapi program Liburan Rame XL dan turut membantu menahan churn dengan memaksimalkan manfaat XL Prabayar.
Promosi tersebut memberikan bonus berupa 10 menit menelepon, 10 SMS ke sesama XL, dan 1 megabyte akses Internet seriap kali isi ulang ke-2, 3, dan 4.
Joy mengatakan pihaknya mempertahankan komposisi 85% isi ulang pulsa elektronik dan 15% isi ulang fisik melalui distribusi voucher.
Pengguna isi ulang saat ini mencapai 98% dari total pelanggan XL yang sampai kuartal I/2009 sebesar 24,9 juta nomor.
Myra Junor, GM Corporate Communication XL, menuturkan berdasarkan laporan riset Morgan Stanley, XL merupakan operator dengan tarif telekomunikasi termurah kedua di dunia.
Adapun, tingkat pendapatan rata-rata per pelanggan (average revenue per user/ARPU) pengguna XL Prabayar mencapai Rp40.000 per bulan. “Tarif sudah ada di batas bawah, jadi tidak mungkin ada penurunan yang drastis lagi,” ujar Joy.
Layanan XL didukung infrastruktur 17.232 base transceiver station (BTS) 2G/3G, per akhir tahun 2008 yang mempu mencakup sekitar 90% populasi Indonesia.


0 komentar:
Posting Komentar