30 Juni 2009 Esia bidik 80.000 ponsel Bandung Hijau

Oleh Muhammad Sufyan
Bisnis Indonesia

Bandung: PT Bakrie Telecom Tbk, pemegang merek Esia, menargetkan bisa menjual 250.000 nomor dan 80.000 ponsel bundling dalam program Program Bandung Hijau, dalam dua bulan ke depan.

Erik Meijer, Wakil Presiden Direktur PT Bakrie Telecom, menyatakan pihaknya menetapkan target yang cukup tinggi karena yakin program itu akan direspons mengingat perhatian masyarakat Bandung terhadap isu lingkungan semakin meningkat.

“Kepedulian lingkungan memberi manfaat dalam puluhan tahun mendatang. Ini sesuai dengan visi bisnis Esia yang melihat jauh ke depan,” katanya kepada Bisnis di Bandung, akhir pekan lalu.

Esia menyisihkan Rp2500 atas setiap penjualan produk dari Program Bandung Hijau yang akan dibelikan pohon sukun. Pohon nantinya akan disumbangkan ke Pemkot Bandung melalui PT Bandung Berbunga.

Direktur PT Bandung Berbunga Jhon Calnadi mengungkapkan pihaknya menargetkan penanaman pohon dilakukan di 30 kecamatan dengan tahap awal pada lima kecamatan.

Noor Patria Eka Putra, GM Regional Jabar PT Bakrie Telecom, mengatakan dengan harga kartu perdana Rp5.000, pengguna memperoleh pulsa dengan nominal yang sama dengan rentang tarif ke operator GSM jadi Rp480 sampai Rp800, turun dari sebelumnya Rp1.500 sampai Rp3.000 per menit.

Sementara hape bundling yang menggunakan varian Esia Ngoceh, Esia Hidayah, dan Esia Kilau dijual Rp220.000 – Rp299.000, di mana nilainya sama dengan harga ponsel tersebut.

“Jadi Esia juga menawarkan insentif yang menarik karena dengan membeli hape Bandung Berhijau sama dengan membeli HP gratis,” kata Erik.

Menurut dia, peluang pasar telepon seluler CDMA masih tinggi karena pelanggan dari seluruh operator yang menggunakan teknologi ini masih rendah.

“Pangsa pasar Esia di Bandung memang dominan, mencapai 69%. Tapi kalau dilihat dari total pengguna ponsel, market share-nya hanya 5%.”

0 komentar: