23 Juni 2009 Kadin Minta Infrastruktur Teknologi Informasi Diperhatikan

Jakarta, Koran Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta pemerintah lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) agar keberlangsungan ekonomi bisa lebih terjaga.

“Kami mengharapkan siapa pun yang akan memerintah nantinya lebih memperhatikan infrastruktur TIK. Sektor ini telah terbukti mampu bertahan di tengah krisis dan mendorong ekonomi rakyat,” ungkat Wakil Ketua Umum Bidang Telematika Kadin Anindya N Bakrie di Jakarta, Senin (22/6).

Diharapkannya, bentuk konkret dukungan pemerintah itu adalah dengan membentuk ICT Fund yang bisa membantu pembangunan infrastruktur di wilayah yang belum terjamah TIK. “Ide itu sudah digulirkan oleh pejabat Postel. Kita harapkan anggota DPR dan pemerintah di masa mendatang bisa memuluskan,” katanya.

Anindya mengatakan dana ICT Fund tidak haram digunakan untuk mengembangkan infrastruktur karena sumber dananya adalah sumbangan operator sebesar 1,25 persen dari pendapatan kotor untuk program Universal Service Obligation (USO).

Sumbangan dana yang paling dibutuhkan oleh indutri ini adalah untuk membangun serat optik di kawasan timur Indonesia yang dikenal dengan proyek Palapa Ring. “Anggota konsorsiumnya menyusut terus. Jika mengharapkan anggota tersisa untuk menyumbang lebih, kondisi tidak memungkinkan. Wajar rasanya pemerintah ikut menyuntikkan dana karena ini program untuk rakyat juga,” katanya. *dni/E-2

0 komentar: