Jakarta, Koran Jakarta – Pemerintah akan menggunakan sistem e-Auction menggunakan jaringan Internet publik dalam tender Broadband Wireless Access (BWA) pada Juli nanti. Tahapan e-Auction rencananya dilangsungkan selama dua jam setiap harinya pada tanggal 14, 15 dan 16 Juli 2009 mendatang.
“Pola seperti ini bukan pertama kalinya diterapkan pemerintah. Ini untuk memberikan transparansi dalam lelang,” kata Sekretaris Jenderal Departemen Komunikasi dan Informatika Ashwin Sasongko di Jakarta, Senin (22/6).
Ashwin menjamin, meskipun menggunakan Internet publik, sistemnya tidak akan bisa dibobol tangan-tangan nakal untuk mengetahui harga yang ditawarkan.
“Jika tercium ada keanehan harga, lelang akan disetop di tengah jalan. Secara TI forensik, hal ini bisa ditelusuri,” jelasnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Bakrie Telecom Anindya N Bakrie mengatakan pihaknya akan menawar satu blok di setiap zona. “Kami menawarkan satu blok. Masalah zona mana yang akan dibidik, belum bisa dibuka karena nanti diintip pesaing,” katanya.
Juru bicara Konsorsium WiMax Indonesia (KWI) Heru Nugroho mengaku khawatir akan terjadinya penawaran harga gila-gilaan oleh dua pemain besar, yakni Indosat dan Telkom. “Saya dengar isu dua operator itu mau menawar 10 kali lipat dari harga dasar yang sebesar 52,35 miliar rupiah. Kalau benar terjadi, bisa mundur semuanya,” katanya.
Menanggapi hal itu, Staf Khusus Menkominfo Suhono Harso Supangkat menegaskan, tidak mungkin terjadi penawaran hingga 10 kali lipat karena akan ada tender berikutnya untuk BWA mobile. *dni/E-2


0 komentar:
Posting Komentar