Jakarta, Kontan – Manajemen PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) belum memiliki rencana yang jelas untuk mendapat suntikan Rp1 triliun. Pertemuan informal terakhir antara steering committee perwakilan pemegang obligasi dan manajemen FREN tidak berhasil menyepakati mekanisme injeksi dana sesuai kebutuhan operator telepon itu.
Sebelumnya, FREN bilang akan mencari dana lewat rights issue atau investor baru. Tapi, “Hingga kini langkah manajemen belum jelas,” kata Andiona Boedisoejoto, Head of Solution Delivery Transaction Banking Bank Permata, wali amanat obligasi rupiah FREN, kemarin (22/6).
Dari hasil uji tuntas Mandiri Sekuritas, FREN butuh dana minimal Rp1 triliun agar tetap bisa beroperasi tiga tahun kedepan. Dengan dana itu, FREN bisa mengembalikan dana pemegang obligasi rupiah sebesar Rp675 miliar. Mandiri Sekuritas adalah pemasehat keuangan yang ditunjuk pemegang obligasi FREN.
Sumber KONTAN bilang, FREN telah menyanggupi tiga usulan restrukturisasi pemegang obligasi rupiah. “Yang tiga point itu tidak ada masalah,” kata si sumber yang mewakili salah satu pemegang obligasi FREN.
Usulan restrukturisasi itu adalah: pertama, perpanjangan tenor jatuh tempo selama lima tahun jadi Maret 2017. Kedua, keringanan pembayaran bunga bertahap sebesar 5% pada dua tahun pertama, 8% pada dua tahun berikutnya dan 12% pada tahun terakhir.
Ketiga, penundaan pembayaran tunggakan bunga obligasi Maret 2009 sebesar Rp22,8 miliar dan bunga obligasi Juni ini menjadi Desember.
Menurut Chris Taufik, Sekretaris Perusahaan FREN, perusahaannya masih membahas semua usulan pemegang obligasi. “Keputusannya dalam RUPO,” ujarnya. *Rizki Caturini



0 komentar:
Posting Komentar