10 Juni 2009 Tahun Depan Indonesia Masuki Era TV Digital

Oleh Encep Saepudin
Investor Daily

Jakarta – Depkominfo bertekad utnuk merealisasikan siaran televisi (TV) digital mulai tahun depan, dan pada 2018 sudah TV digital secara nasional. Pada Desember 2009, pemerintah akan mengeluarkan izin resmi stasiun TV digital.

Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (SKDI) Depkominfo Freddy Tulung mengatakan, untuk merealisasikan target itu, sejak Agustus 2008 pemerintah sudah melakukan uji coba dan diharapkan selesai pada September atau Oktober tahun ini. Selain itu, pemerintah juga berharap bisa menghadirkan perangkat penerima siaran TV digital (set top box) dengan harga terjangkau.

Untuk memproduksi set top box secara massal, Pemerintah Indonesia mendapat pinjaman lunak US$80 juta dari pemerintah Spanyol. Set top box itu akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat pelosok desa dan perbatasan.

Freddy mengatakan, pemerintah mengargetkan seluruh pemirsa TV telah menikmati siaran TV digital pada 2018. Untuk merealiasaikannya, pemirsa di daerah pelosok dan perbatasan akan diberi alat penangkap siaran digital (set top box) secara gratis.

“Untuk mencapai target itu, sejak Agustus 2008 hingga September atau Oktober 2009 pemerintah melakukan uji coba,” kata Freddy Tulung di Jakarta, Selasa (9/6).

Setelah seluruhnya mendapatkan perangkat tesebut, mulai tahun itu juga pemerintah resmi menghentikan siaran TV analog. Saat itu, masyarakat memiliki dua pilihan, yaitu pay TV (TV berbayar) digital dan TV digital gratis dari operator TV nasional. Masing-masing operator berkompetisi untuk menyajikan konten yang menghibur dalam tayangan gambar yang jernih.

Dia menjelaskan, uji coba melibatkan sekitar 8 ribu pengguna set top box yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Pengujian ini dipantau tim khusus untuk mendapatkan laporan mengenai kejernihan dan segala macam yang berbau teknis.

Hasil pengujian menjadi rujukan pada Depkominfo untuk menerbitkan izin resminya pada Desember 2009. Selain itu akan diberlakukan regulasi yang mengatur masalah konten provider dan network provider.

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tatang A Taufik mengatakan,untuk menyukseskan program peralihan dari TV analog ke TV digital tidak lepas dari pengadaan set top box.

Saat ini, harga set top box masih relatif mahal, yaitu Rp350 – 40 ribu per unit. Padahal, dalam hitungan bisnis, dengan cara diproduksi secara massal harganya bisa turun menjadi Rp150 ribu per unit.

Direktur Teknik TVRI Satya Sudahana mengatakan, untuk membangun transmisi digital, TVRI menggandeng Telkom Group. Yang menjadi problem, masyarakat belum siap menikmatinya karena masih memakai TV analog. Karena itu, penggunaan set top box tidak terhindar hingga 2018.

“Tapi, penggunaan set top box itu hanya bersifat sementara, karena suatu saat TV-nya akan rusak. Kalau sadah rusak, otomatis mereka beli TV yang sudah dipasang set top box,” kata dia.

Sedangkan Wakil Ketua Konsorsium TV Digital Indonesia (KTDI) Supeno membenarkan era persaingan konten tidak terhindarkan lagi. Di saat tampilan layar makin jernih, hanya konten yang menjadi objek kompetisinya. Untuk menjaga kompetisi bisnis yang fair, konsorsium sedang mencari bentuknya. Di sisi lain, konsorsium berharap pemerintah menyiapkan regulasi yang adil.

Harapan tersebut tidak berlebihan karena operator telah membenamkan dana lumayan besar untuk berinvestasi di infrastruktur, seperti transmisi, multiplexing, dan encoding. “Model TV digital mengubah total model bisnis dan perlu investasi baru,” kata dia.

Kunci keberhasilan TV digital, menurut dia, teletak pada kemampuan mengubah sebanyak 40 juta rumah tangga yang memiliki TV analog agar beralih ke TV digital. Untuk itu, peran industri pun tidak terhindarkan.

Selaku pemain di industri elektronik, General Manager Display Factory PT LG Electornics Indonesia Win Godfried menyatakan siap memproduksi TV digital.

0 komentar: