25 Juni 2009 Telkom Tampung Kreasi Produk Kreatif

Bandung, Tribun Jabar – PT Telkom, melalui jaringan Telkom dan Telkomsel, memfasilitasi para pencipta produk kreatif untuk memperoleh pembagian (sharing) profit di bisnis konten. Seperti layanan nada tunggu (ring back tone).

Menurut Direktur Enterprise & Wholesale Telkom, Arief Yahya, sebuah manajemen artis bisa mendapatkan bagian nilai yang cukup besar, bahkan bisa menyaingi pendapatannya, dari hanya sekadar manggung atau rekaman.

“Pada 2008, pendapatan dari ringback tone mencapai Rp3 triliun, tahun ini diperkirakan tumbuh sekitar 20 persen. Dari revenue tersebut yang menciptakan kontennya juga mendapatkan bagian. Pembagiannya umumnya sekitar 80 persennya, itu rata-rata atau in average untuk pembagian skemanya,” kata Arif Yahya di kampus ITB, Rabu (24/6).

Arief memaparkan, pencipta kreasi kreatif paling tidak akan mendapat 10 persen dari revenue jika menggunakan skema Telkom. Itu dengan skema Telkom dimana Telkom sebagai Label.

Tidak harus 80-20 persen, skemanya ada juga yang 50-50 persen. Misalnya, kalau biaya marketingnya ditanggung sendiri kreator maka kreator akan mendapatkan 65 persen. Untuk Telkom-nya 35 persen. Pembagian itu untuk musik, karena produk kreatif tersebut tidak hanya musik tapi ada juga konten dalam bentuk lain.

Dari beberapa lagu yang dijadikan pilihan ringback tone, banyak diantaranya dipilih pelanggan hingga mencapai jutaan pelanggan. Tarif langganan per ring back tone sekitar Rp8 ribu per bulan. “Seperti lagu Cinta Ini Membunuhku” mencapai 6 juta hits, berarti itu sekitar Rp4,5 miliar. Lagu Kenangan yang Terindah lagunya Samson mencapai Rp3,2 miliar dengan 4 juta hits RBT,” kata Arief.

Ia menyebutkan, secara garis besar produk industri kreatif unggulan yang secara bisnis sudah banyak diserap ada empat kategori jenis produk kreatif yaitu games, edukasi, musik, dan animasi atau disingkat dengan istilah GEMA. “Itu kira-kira empat besar industri kreatif. Di antara keempat itu yang paling besar saat ini di kita adalah musik,” imbuhnya. (mba)

0 komentar: