Pemenang tender akan ditunjuk langsung
Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia
Jakarta (18/06/09): PT Telkom dan PT Telkomsel dipastikan gugur sebagai peserta tender universal service obligasi (USO) paket 1 dan paket 2 di wilayah timur Indonesia yang memiliki total pagu Rp1,2 triliun.
Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia
Jakarta (18/06/09): PT Telkom dan PT Telkomsel dipastikan gugur sebagai peserta tender universal service obligasi (USO) paket 1 dan paket 2 di wilayah timur Indonesia yang memiliki total pagu Rp1,2 triliun.
Santoso Serad, Kepala Balai Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan (BTIP), mengatakan setelah evaluasi administrasi teknis, kini panitia mulai membuka harga penawaran.
“Telkom dan Telkomsel tidak mengajukan penawaran harga sehingga secara otomatis gugur dan keluar dari tender USO paket 1 dan paket 2. Dengan hasil ini, dari empat perusahaan hanya dua yang bisa meneruskan proses tender,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Dengan demikian, peserta tender USO hanya tersisa PT Indonesia Comnet Plus (Icon+) dan Indonusa System Integrator Prima. Kedua perusahaan tersebut telah mengajukan harga penawaran.
Icon+ mengajukan penawaran untuk paket 1 dan paket 2, adapun Indonusa System Integrator Prima hanya pada paket 1.
Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan pihaknya memang mundur dari tender USO di wilayah timur Indonesia tersebut.
“Soal USO, setelah kami pelajari request for proposat [RFP] secara mendalam, kami belum siap proposal komersialnya,” tuturnya.
Proyek USO paket 1 dan 2 yang ditenderkan tahun ini memang terlihat tidak menarik perhatian operator telekomunikasi sejak awal. Masa prakualifikasi pun harus dilakukan hingga dua kali untuk memeroleh calon peserta minimal dua perusahaan per paket.
Kedua paket ini dinilai operator tidak menarik karena lokasinya yang tidak memiliki potensi pasar, ditambah biaya logistik tinggi untuk melakukan pembangunan di sana. Paket 1 mencakup wilayah Maluku dan Maluku Utara, adapun paket 2 meliputi wilayah Papua dan Irian Jaya Barat.
Penunjukan langsung
Berdasarkan Keppres No.80/2003 tentang Pedoman Penyediaan Barang dan Jasa, untuk proses tender yang sudah diulang, proses tender dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau penunjukan langsung meski proses dan seluruh evaluasi yang ada di dalamnya tetap dilalui.
Tender proyek paket 1 akan menggunakan mekanisme seperti pemilihan langsung. Panitia tender akan menawarkan harga penawaran yang diajukan, apabila di atas pagu dipastikan peserta tidak akan menang.
Adapun paket 2 untuk wilayah Papua akan dilakukan mekanisme pemilihan seperti penunjukan langsung.
“Kami akan melihat harga penawaran peserta yang tersisa besok. Pemenang tender sendiri bisa diketahui Senin pekan depan,” ujarnya.
BTIP melakukan prakualifikasi Penyediaan Jasa Akses Telekomunikasi dan Informatika Pedesaan paket 1 dan 2 dengan total pagu anggaran sebesar Rp1,2 triliun.
Pemerintah sendiri menargetkan pengerjaan proyek USO paket 1 dan 2 bisa mencapai 10% pada akhir tahun ini, sementara pengerjaan tender tahun lalu selesai pada waktu yang hampir sama.
Pekerjaan proyek USO paket blok VI meliputi wilayah Sulawesi Utara dengan 474 desa, Gorontalo sebanyak 184 desa, Sulawesi Tengah sebanyak 744 desa.
Paket I blok VII meliputi Sulawesi Barat dengan 236 desa, Sulawesi Selatan 905 desa, dan Sulawesi Tenggara 929 desa. Paket 1 blok IX teridiri dari Maluku dengan 710 desa dan Maluku Utara 576 desa.
Pekerjaan proyek USO paket 2 dilakukan di Papua meliputi 2,247 desa, dan Irian Jaya Barat 768 desa. (ARIF PITOYO) (fita.indah@bisnis.co.id)


0 komentar:
Posting Komentar