04 September 2009 Sempat Terganggu Gempa, Jaringan Telkom Kembali Normal

Rabu, 2 September 2009, 20:16 WIB

Jakarta, Kompas.com – Pascagempa bumi yang terjadi Rabu (2/9), arus lalu lintas telekomunikasi dari dan ke jaringan Telkom kembali berjalan secara normal. Sebelumnya, sambungan komunikasi sulit dilakukan akibat jaringan mengalami kongesti karena kondisi network yang overload.

“Sambungan telekomunikasi khususnya di Priangan Timur yang dekat pusat gempa secara prisnsip tidak ada gangguan. Namun berjalan, hanya saja pernguna sempat kesulitan melakukan komunikasi karena trafik sempat sangat tinggi,” ujar Eddy Kurnia, Vice President Publik and Marketing Communication PT Telekomunikasi Indonesia Tbk saat dihubungi Kompas.com.

Kenaikan tersebut terjadi beberapa saat setelah gempa mengguncang secara merata di daerah selatan Jawa terutama sambungan komunikasi ke area priangan Timur seperti Tasikmalaya, Garut, dan Ciamis. Ia memperkirakan kenaikan trafik bisa lebih dari dua kali lipat meski mengaku belum mendapat laporan berapa kenaikan trafik terjadi.

“Hal tersebut normal, mengingat sesaat setelah gempa secara alami masyarakat serentak ingin mengetahui kondisi anak saudara maupun relasi di Tasikmalaya,” ujarnya.

Eddy Kurnia menambahkan gempa tersebut menyebabkan beberapa bagian bangunan kantor Telkom Tasikmalaya mengalami kerusakan ringan yang kondisinya tidak membahayakan para karyawan maupun alat-alat produksi. Alat-alat produksi yang dimiliki pun tidak mengalami gangguan sehingga arus komunikasi dari dan Tasikmalaya bisa berjalan normal.

Meskipun sejauh ini situasinya kondusif, manajemen telah menginstruksikan seluruh jajaran Telkom khususnya di Tasikmalaya serta kota-kota lain terutama yang terdekat dengan episentrum gempa, yakni di Tasikmalaya dan Ciamis untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga serta memeriksa agar fasilitas telekomunikasi bisa digunkan secara normal, agar masyarakat yang memerlukan sarana telekomunikasi bisa dilayani dengan baik.

Saat ini, Telkom sedang mengumpulkan informasi mengenai dampak gempa yang terjadi sore tadi, mengingat gempa tidak hanya dirasakan di Tasikmalaya tetapi juga di kota-kota lain di Pulau Jawa, seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta dan Semarang. WAH

1 komentar:

iBloggered mengatakan...

[...]Ketika Gempa, Jangan Turun Lewat Tangga. Saat terjadi gempa, biasanya warga Jakarta yang berada di gedung-gedung pencakar langit langsung berhamburan menuju tangga darurat untuk turun ke halaman. Kebiasaan ini ternyata tidak benar. Sebab, tangga adalah bagian dari gedung yang paling tidak tahan gempa alias paling mudah runtuh[...]