Telkomsel Segera Realisasikan Proyek USO
Oleh Encep Saepudin
Jakarta, Investor Daily – Operator telepon seluler terbesar di Indonesia itu segera merealisasikannya setelah diteken kontrak pekan depan.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto mengumumkan, pemenang tender Universal Service Obligation (USO) untuk blok 1,3 dan 6 adalah Telkomsel. Dengan demikian, Telkomsel telah memenangi lima dan tujuh blok yang ditawarkan.
Diborongnya lima paket USO oleh Telkomsel, Menurut Gatot, peristiwa itu jauh dari unsur kesengajaan. Depkominfo sama sekali tidak memiliki suatu agenda dan alasan tertentu (hidden agenda) yang sengaja atau tidak sengaja mendorong penyelenggaraan telekomunikasi tertentu keluar sebagai pemenang.
“Proses lelang USO ini sudah dilakukan secara transparan, terbuka dan objektif,” tegas Gatot di Jakarta, Rabu (14/1).
Setelah itu, pemerintah akan segera mengumumkan pemenang dua blok lagi, yakni blok 4 dan 5. Pada kedua blok itu hanya ada dua peserta tender yang telah lalu babak prakualifikasi, yakni PT Telkom dan PT Telkomsel.
Gatot mengatakan, pihaknya sedang menyusun skenario agar kedua blok tersebut dapat dimenangi oleh Telkom atau Telkomsel. Namun, pihaknya sangat berhati-hati dalam tender tersebut agar tidak ada aturan yang dilanggar. “Kami berusaha sebisa mungkin untuk tidak melanggar peraturan yang sudah ada,” kata Gatot.
Pasalnya, Telkomsel dan Telkom merupakan anak dan induk usaha. Pasalnya, persaingan tersebut berpeluang melanggar UU Persaingan Usaha Tidak Sehat Nomor 5 Tahun 1999. Sebab itu, tandas Gatot, penunjukan pemenang tetap harus dipercepat dengan prinsip menghindari pelanggaran.
Namun, Direktur Perecanaan dan Pengembangan Telkomsel Syarif Syarial Ahmad mengatakan, pihaknya tidak ikut serta pada blok IV dan V. “Sejak awal, Telkomsel tidak ikut tender USO di blok 4 dan 5,” kata Syarif kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (14/1).
Segera Dibangun
Setelah diputus sebagai pemenang, seluruh peserta tender pada blok tersebut mendapat waktu sanggah untuk blok 1,3 dan 6 selama tujuh hari, yakni pada 15-21 Januari 2009. Bila tidak ada pihak yang mengajukan sanggahan, berarti kontrak kerja sama akan segera di proses dan ditandatangani.
“Setelah itu, pemerintah menerbitkan surat perintah mulai kerja. Dan, kami akan segera merealisasikan proyek itu pascakontrak kerja sama dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) pekan depan,” kata Syarif.
Setelah kontrak diteken, perusahaan tak akan menunggu lagi dan segera mengimplementasikan rencana dengan mengorganisasi pihak-pihak yang terlibat dan menyusun secara rinci proyek itu. Perusahaan akan menggandeng sejumlah mitra kerja lokal.
Perusahaan optimistis mampu menyelesaikan proyek sesuai tenggat yang diberikan pemerintah. “Soalnya, pengerjaan tinggal meneruskan program yang sudah dilangsungkan perusahaan yaitu Program Telkomsel Merah Putih,” kata dia.
Pada program itu, pihaknya sudah membangun beberapa titik infrastruktur telekomunikasi. “Tinggal beberapa titik saja yang perlu ditambah agar sesuai yang diskemakan,” tambah dia.
Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja pernah mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak 3000 titik hingga akhir 2008. Target 10 ribu titik bisa diselesaikan program USO sudah mencakup 65% coverage Telkomsel.
Pada program Telkomsel Merah Putih, menurut Syarif, Telkomsel memiliki teknologi BTS Pico yang murah. Teknologi itu yang dipasang pada pulau terluar atau daerah terpencil dan diatas kapal. Untuk kapal Fery yang melayani Merak-Bakauheuni, Telkomsel mengombinasikan teknologi GSM, satelit dan Wimax.
Blok I USO meliputi provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Blok III meliputi provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Sedangkan blok VI meliputi provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

0 komentar:
Posting Komentar