Jakarta, Investor Daily – Setelah sukses meraih pertumbuhan pelanggan empat kali lipat pada tahun lalu, PT Telkom Tbk optomistis meraih 1,72 juta pelanggan Speedy tahun ini. Untuk itu, perseroan akan mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi berupa kabel serat optik.
Demikian dikatakan Vice President Public and Marketing Eddy Kurnia terkait proyeksi bisnis Speedy Telkom di Jakarta, Senin (12/1).
Menurut Eddy, grafik layanan akses pita lebar berbasis telepon tidak bergerak (kabel) Speedy menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun lalu, pelanggan Speedy meningkat empat kali lipat menjadi 970 ribu dibandingkan posisi akhir 2007 yang sebanyak 241 ribu.
Tingginya minat masyarakat, kata dia, membuat perusahaan optomistis target itu akan tercapai. “Target tersebut tidak berlebihan sebab raihan pelanggan memang menunjukkan penambahan berarti,” kata Eddy.
Eddy mengatakan, pencapaian jumlah pelanggan pada 2008 memang tidak sesuai dengan target perseroan yang menetapkan angka satu juta pelanggan. Namun, angka 970 ribu itu sudah mendekati target. Oleh karena itu, ia tidak menerima bila dianggap gagal hanya karena tidak mencapai target satu juta pelanggan tahun 2008.
“Bagaimana mungkin kami gagal karena sebelumnya 240 ribu(2007) dan sekarang 970 ribu(2008). Artinya, itu kan naik signifikan sekali,” tandas dia.
Sukses Telkom itu tidak lepas dari gencarnya program promosi yang ditawarkan sepanjang tahun lalu. Salah satu pemicunya adalah meningkatkan kecepatan aksesnya dari 384 kilobit per detik (Kbps) menjadi maksimum 1Mbps.
Selain itu, salah satu program promosi yang gebyar juga adalah menggratiskan akses Speedy pada pukul 20.000-08.00. Telkom juga menawarkan harga paket berlangganan yang makin terjangkau, termasuk Speedy Merdeka dengan biaya langgan Cuma Rp 75 ribu untuk akses 15 jam per bulan.
Salain mempercepat pembangunan jaringan, perseroan akan melakukan penetrasi pasar ke semua kota-kota besar. Menurut dia, semua kota di Tanah Air bakal mendapat layanan akses Speedy yang sama.
“Pilihan pada kota-kota ini, karena mempertimbangkan tingkat pengembalian investasi yang cepat. Kota-kota ini selalu ada di setiap provinsi di manapun,” tandas Eddy.
Layanan Data Esia
Sementara itu, operator Esia PT Bakrie Telecom akan memfokuskan layanan data diluar Jakarta. Pasalnya, perseroan konsisten untuk membidik pasar menengah ke bawah. “Kita berikan yang bertarif rendah. Pangsa pasar ini bukan yang dapat berkomitmen membayar tarif sampai Rp 300 ribu per bulan,” kata EVP Marketing & CRM PT Bakrie Telecom Ridzi Kramadibrata.
Dia mengatakan, untuk layanan data pihaknya masih mengandalkan program internet Wimode bertarif rendah. Namun, layanan ini baru bisa dinikmati di tiap area yang masuk dalam cakupan layanan Esia di area Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Untuk itu, ke depan pihaknya akan memperluas layanan data ke daerah-daerah lainnya. “Kita fokus pada akuisisi pelanggan lebih banyak. Tapi kita juga melihat perkembangan infrastruktur kita,” tandas dia.
Dia mengatakan untuk mendapat layanan Wimode ini pelanggan cukup membeli peranti mini seharga Rp 750.000 dan bebas mengakses internet dengan kecepatan hingga 153,6 kbps.
“Layanan komunikasi data itu diharapkan mendongkrak target 10 juta pada akhir 2009,” tandas dia. (cep/rav)
0 komentar:
Posting Komentar