Telkom Emisi Obligasi Rp 2 Trilun

Pembiayaan jangka panjang merupakan strategi yang tetap

Oleh Sylviana Pravita R.K.N


Jakarta, Bisnis Indonesia – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengkaji rencana penerbitan obligasi minimal Rp 2 triliun pada semester I/2009 untuk membiayai sebagian belanja modal tahun ini senilai total Rp 22 triliun.

Dari total belanja modal tersebut, BUMN telekomunikasi itu akan mencari pembiayaan eksternal Rp 8 triliun.
Menurut Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, meski empat bank BUMN siap mengucurkan pinjaman hingga Rp 8 triliun, perseroan masih mempertimbangkan skema pendanaan lainnya, yaitu penerbitan obligasi rupiah.

“Kami sedang mengkaji emisi obligasi pada semester I/2009. Nilainya minimal Rp 2 triliun,” tuturnya disela-sela Peluncuran Contact Center Terpadu Telkom-Garuda, kemarin.

Empat bank BUMN yang memiliki komitmen itu adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia dan Bank Tabungan Negara.

Dia menjelaskan bank BUMN itu bersedia mengucurkan utang kerena rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) Telkom dinilai masih kecil, yaitu di bawah 30%.

Rinaldi mengatakan nilai pinjaman itu di luar kebutuhan untuk akuisisi perusahaan lain. Dana itu akan dipakai untuk mengembangkan bisnis perseroan dan membiayai kembali (refinancing) utang.
Guna refinancing, dia memperkirakan Telkom membutuhkan Rp 3 trilun – Rp 4 triliun.

“Kalau untuk investasi biasa, pinjaman perseroan Rp4 triliun hingga Rp5 triliun. Jika ditambah untuk kebutuhan refinancing, bank-bank BUMN bisa memberikan pinjaman hingga Rp8 triliun,” katanya.

Siapkan dana
Rinaldi menambahkan perseroan menyiapkan kas internal Rp 14 triliun – Rp 16 triliun untuk memenuhi belanja modal. Adapun, dana eksternal Rp 8 triliun.
Khusus untuk belanja modal seluler mencapai Rp14 – Rp 15 triliun, sedangkan belanja modal nonseluler Rp 7 triliun. Tahun ini, pertumbuhan pelanggan seluler ditargetkan naik 50%.

“Hingga saat ini, saya belum bisa menyampaikan berapa besarnya nilai pendapatan dan laba bersih perseroan pada akhir Desember 2008.”

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 September 2008, total utang bank Telkom mencapai Rp 12,93 triliun, terdiri dari utang yang jatuh tempo dalam 1 tahun Rp 6,50 triliun dan utang yang jatuh tempo lebih dari 1 tahun Rp 6,43 triliun.

Ekuitas BUMN telekomunikasi ini pada priode akhir kuartal III/2008 mencapai Rp 32,59 triliun. Jika mengacu pada angka tersebut, DER Telkom per 30 September 2008 mencapai 39,67%.

Pertumbuhan pendapatan Telkom selama 2009 dipatok maksimal 10% dari pendapatan 2008.
Analis PT Optima Securities Ikhsan Bintaro mengatakan langkah emisi obligasi itu dinilai sebagai alternatif dalam rangka pencarian cost of fund yang lebih murah. “Kalau suku bunga terus turun, kupon yang harus dibayarkan juga turun.” (sylviana.pravita@bisnis.co.id)

0 komentar: