10 Maret 2009 Dana Telkom Terkuras Rp1,6 Triliun

Pensiun dini capai 1.000 karyawan

Oleh Sylviana Pravita R.K.N

Jakarta, Bisnis Indonesia – PT Telkom menganggarkan dana sebesar Rp1,6 triliun guna mengatasi rugi kurs dan membiayai pensiun dini sebanyak 1.000 karyawan.

Terkait dengan target pertumbuhan pendapatan berdigit tunggal pada 2009 dan kinerja perseroan pada tahun lalu, manajemen Telkom akan menggelar roadshow ke London, Inggris dan New York, AS pada pekan depan.

Eksekutif yang mengetahui rencana itu menuturkan bahwa jajaran manajemen Telkom akan bertolak ke London dan New York dalam waktu dekat.

Saat dikonfirmasi Bisnis, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah tidak mambantah, “Kami memang akan melaksanakan roadshow ke Londan dan New York selama sepekan guna menjelaskan target serta rencana perseroan ke depan. Kami akan berangkat sekitar 14 Maret atau 15 Maret 2009,” ujarnya kemarin.

Rinaldi memaparkan manajemen juga akan menyampaikan bahwa kinerja perseroan per 31 Desember 2008 juga diwarnai adanya rugi kurs dan restruturisasi 1.000 orang karyawan Telkom yang menyedok kas perseroan hingga Rp800 miliar.

“Pensiun dini yang bersifat suka reka akan mulai tahun ini, meski dananya dibukukan pada 2008 sekitar Rp750 miliar – Rp800 miliar. Langkah ini seiring dengan efisiensi terkait penurunan tarif. Adapun, rugi kurs memang diperkirakan di atas Rp800 miliar,” ujar Rinaldi.

Telkomsel
Seorang analis yang mengetahui kerugian itu, mengatakan berdasarkan laporan Singapore Telecommunication Ltd (Singtel) belum lama ini, karugian valuta asing yang diderita Singtel atas PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) mencapai S$28 juta.

Adapun, Singtel memiliki 35% dari saham Telkomsel, sehingga apabila dikalkulasi total kerugian valuta asing Telkomsel, yang merupakan anak perusahaan Telkom, mencapai S$80 juta yang setara dengan Rp580 miliar dengan kurs 1 S$=Rp7.250.

“Telkom mempunyai utang triwulan III/2008 dalam dolar sekitar US$400 juta, jadi juga kena kerugian valuta asing berkisar Rp430 miliar. Pada akhir 2007, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp9.400 per dolar dan pada akhir 2008 mencapai Rp11.000. Jadi, kinerja operasional Telkom 2008 tergolong baik,” ujar analis itu.

Laba bersih Telkom tahun lalu diperkirakan turun 12% menjadi RP11,32 triliun dibandingkan dengan perolehan laba bersih pada 2007 sebesar Rp12,86 triliun.

Jatuhnya laba bersih Telkom tersebut karena kuatnya persaingan dan rugi kurs, sehingga pendapatan tumbuh tipis 2%-4% menjadi Rp63,74 triliun-Rp64,98 triliun pada tahun lalu dibandingkan dengan pendapatan 2007 sebesar Rp62,49 triliun.

Rinaldi mengatakan pencapaian kinerja Telkom pada 2008 seiring dengan penggunaan belanja modal Telkom tahun lalu yang mencapai US$2 miliar dan dioptimalkan bagi pengembangan perseroan ke depan.

“Pada roadshow nanti pasti akan muncul pertanyaan terkait dengan rencana akuisisi perusahaan Iran dan kami akan menjelaskan hal itu,” katanya.

Jumlah pelanggan seluler Telkom per 31 Desember 2008 naik 36% dibandingkan dengan 2007 menjadi 65,3 juta pelanggan.

Guna menghadapi pertumbuhan pelanggan yang melemah, Telkom berkomitmen untuk mencari sumber pendapatan baru (new wave) yang berhasil menyumbang 15% dari pendapatan Telkom yang tidak terkonsolidasi pada tahun lalu.

Adapun, tahun ini perseroan berharap new wave dapat menyumbang 18%-20% dari pendapatan yang tidak dikonsolidasi pada 2009. Belanja modal perseroan tahun ini mencapai US$2,1 miliar.

Pada penutupan perdagangan 6 Maret 2009, harga saham emiten berkode TLKM ini ditutup pada level RP6.400 atau stagnan dibandingkan dengan penutupan perdagangan 5 Maret.

Dengan mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp129,02 triliun. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)

0 komentar: