10 Maret 2009 RI Tawari Korsel Buka Kabel Optik

Oleh Roni Yunianto

Jakarta, Bisnis Indonesia – Korea Selatan akan mengkaji tawaran Indonesia untuk membuka jaringan utama (backbone) kabel optik internasional langsung Korsel-Indonesia.

Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, mengatakan tawaran itu disampaikan Menkominfo Mohammad Nuh kepada Minister of Knowladge Economy Korea Selatan Lee Youn-Ho dalam pertemuan bilateral Indonesia-Korea ICT Farum 2009.

“Berkaitan dengan kendala fiber optic, Mekominfo menawarkan kerja sama FO Korsel-Indonesia tatapi tampaknya Korea masih akan mengkajinya. Apapun hasilnya kami berharap kerja sama government-to-government ini nantinya optimal,” ujarnya kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Menurut Gatot, pada prinsipnya, peluang usaha untuk pembukaan backbone internasional masih tetap dimungkinkan untuk pihak lain.

Gempa Taiwan beberapa tahun lalu mendorong Pemerintah Indonesia menjaga (back up) kesinambungan layanan telekomunikasi melalui alternatif sambungan backbone internasional yang bisa langsung terhubung ke tier-1.

Pemerintah juga telah mensyaratkan operator pemenang tender sambungan langsung internasional yang wajib menyediakan koneksi ke jaringan back bone Internet tier-1 (IP backbone) pada 5 tahun pertama mencakup Batam-Singapura dengan jarak 40 km, Singapura-Amerika Serikat dengan jarak 17.40 km, Singapura-Hong Kong dengan jarak 3.180 km, dan Hong Kong-Amerika Serkat 15.500 km.

Saat ini pemerintah juga membuka backbone antara Indonesia dan Australia yang sedang dalam proses pembangunan.

Alternatif tersebut untuk menghindari suara dan komunikasi data khususnya Internet serta transaksi pasar finansial seperti terganggunya keterhubungan jalur trafik Internet via Singapore Telecom Internet Exchange (STIX) yang menghubungkan Indonesia-Singapura-Hong Kong hingga Jepang, Korea dan Taiwan yang menuju Amerika Serikat.

0 komentar: