10 Maret 2009 Telepon Umum Koin Mandek, Telkom Ganti Telepon Koin Flexi

KONTAN, Kuatnya penetrasi telepon genggam ikut menyebabkan berkurangnya pemakaian telepon umum koin. Itulah sebabnya, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tidak akan menambah lagi jumlah telepon umum koin reguler. Rencananya, Telkom akan melakukan ujicoba telepon koin Flexi dengan teknologi nirkabel alias wireless yang biaya infrastrukturnya jauh lebih hemat.

Manager Komunikasi Divisi Regional II Telkom Retno Dyah bilang, pihaknya tidak akan menambah jumlah telepon umum koin reguler di Jabodetabek. Saat ini di kawasan Jabodetabek ada 3.000 unit telepon umum.

Tahun lalu pendapatan Telkom dari telepon koin turun 10%-20%. “Kami melihat, hal ini wajar karena ada perubahan gaya hidup masyarakat yang telah memiliki telepon bergerak,” ujar Retno.

Sekalipun tidak menambah jumlah telepon koin, bukan berarti Telkom menelantarkan unit yang sudah ada. Retno menegaskan, Telkom tetap melakukan pemeliharaan agar satiap unit bisa tetap digunakan. “Tahun ini, kami telah melakukan kontrak kerjasama dengan empat perusahaan swasta yang bergerak di bidang pemeliharaan jaringan,” imbuh Retno.

Telkom sedang melakukan uji coba pemasangan telepon koin Flexi. Jenis telepon ini memiliki jangkauan daerah pemasangan yang lebih luas.”Teknologi ini membantu daerah yang tidak terjangkau kabel telepon, namun masyarakatnya berpotensi menggunakan. Contohnya, di sekolah-sekolah,” kata Retno.

Proyek telepon koin Flexi ini rencananya akan terlaksana Mei tahun ini di Serang, Tangerang, dan beberapa wilayah Banten lainnya. Telkom akan membangun 1.000 unit dan tambahan 500 menara base transceiver station (BTS) di wilayah Banten. “Mudah-mudahan, jasa ini bisa menyumbangkan 10% pendaptan Flexi secara keseluruhan,” kata Retno. *Yudo Widiyanto

0 komentar: