Oleh Muhammad Sufyan
Bandung, Binis indonesia – Potensi pengguna internet berbasis jaringan nirkabel di Jabar dinilai tinggi, sehingga operator seluler saat ini berlomba-lomba memberikan layanan tersebut.
Bandung, Binis indonesia – Potensi pengguna internet berbasis jaringan nirkabel di Jabar dinilai tinggi, sehingga operator seluler saat ini berlomba-lomba memberikan layanan tersebut.
Dalam catatan Bisnis, operator yang tengah bersaing ketat itu adalah PT Mobile-8 dengan meluncurkan layanan Mobi, PT Excelcomindo Pratama/XL (kartu perdana unlimitted), serta PT Indosat (IM3 Groove).
Interval peluncuran antar layanan tersebut sangat pendek, di mana Mobi yang dirilis di Jabar pada 19 Februari selanjutnya ‘dibalas’ PT XL pada 25 februari dan kemudaian PT Indosat di bulan tersebut.
Budi Amiruddin Adiseno Head of Region PT Mobile-8 Jabar, mengungkapkan situasi tersebut menandakan bahwa kebutuhan masyarakat provinsi itu atas internet terus meningkat dari waktu ke waktu.
“Khususnya dari kota di Jabar berbasis pendidikan, seperti Bandung dan Cimahi. Juga muncul kebutuhan dari kota industri yang pasarnya ekspor seperti Cirebon,” katanya kepada Binis di Bandung, pekan lalu.
Mobi adalah layanan modem berbasis teknologi CDMA EVDO 2000 1x seharga Rp499.000 yang diklaim memiliki kecepatan mengunduh lebih tinggi dari teknologi serupa yang dikembangkan operator GSM.
Sementara itu, kartu perdana unlimitted PT XL yang dijual Rp100.000 memungkinkan pengguna bebas akses internet sepuasnya selama satu bulan. IM3 Grove sendiri memberi akses internet gratis 10 menit perbulan selama setahun.
Budi mengatakan kota pendidikan yang dihuni banyak mahasiswa identik komunitas melek teknologi, dimana mereka membutuhkan informasi sekaligus jejaring sosial yang bisa disediakan secara cepat.
Sedangkan kota industri yang bertujuan ekspor, membutuhkan sarana komunikasi yang mudah untuk melakukan korespondesnsi dengan klien di luar negeri, namun tidak menyedot anggaran besar-besaran.
Budi memperkirakan jumlah pengguna internet di Jabar tahun lalu berkisar 2,5 juta hingga 3 juta atau 10%-15% dari jumlah pengguna internet Indonesia versi APJII yang mencapai 25 juta pengguna.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia itu juga menduga dari angka tersebut, total pengguna yang berlangganan baru mencapai 3 juta orang sehingga terdapat potensi bisnis yang luar biasa besar.
Roganda P. Manullang, Kepala Cabang PT Indosat Bandung, menambahkan potensi pelanggan sudah terlihat dalam setahun terakhir di mana portofolio pendapatan di cabang tersebut sudah seimbang antara layanan suara dan data.
Dia menjelaskan pendapatan layanan suara tidak lagi mendominasi, seperti selalu terjadi pada periode awal gelaran layanan seluler di Jabar, sehingga penyesuaian pendapatan terjadi.
0 komentar:
Posting Komentar