10 Maret 2009 Sharing Vision : Iklan Via Ponsel Sangat Menjanjikan

Oleh Muhammad Sufyan

Bandung, Bisnis Indonesia – Operator seluler di Tanah Air harus menggenjot lini layanan bisnis iklan ponsel (mobile advertising), sehubungan pasar dan potensinya mulai terbentuk dengan jelas.

Dimitri Mahayana, Direktur Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, mengungkapkan akses dari Indonesia di BuzzCity (salah satu penyedia jaringan mobile advertising terbesar di dunia) kuartal IV/2008 sangat signifikan.

Dia menjelaskan dengan pertumbuhan hingga 100%, akses banner dari pengguna Indonesia saat itu tercatat di atas India, Afrika Selatan, Korea, Mesir, Romania, Bangladesh, bahkan Amerika Serikat.

Apalagi, lanjut Dimitri, pendapatan global dari pariwara di ponsel versi ABI Research pada tahun 2007 telah mencapai US$1,8 miliar dan diperkirakan terus meningkat menjadi US$24 miliar pada 2013 nanti.

Situasi ini didorong efektivitas iklan ponsel, sebagaimana diperlihatkan McDonald di Jepang ang menggandeng NTT DoCoMo yang membuat waktu pelayanan berkurang 30 detik sehingga penjualan naik 5%.

“Masyarakat Jepang memilih iklan ponsel karena didalamnya ada potongan diskon, sekaligus kupon. Ini juga berarti bahwa masyarakat di sana lebih sering akses Internet di ponsel dibandingkan dengan komputer,” katanya kepada Binis, akhir pekan lalu.

Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB ini menilai tren akses Internet di ponsel kini tengah mewabah di Indonesia, terutama didorong kehadiran ponsel cerdas semacam BlackBerry dan iPhone.

Karenanya, lanjutnya, operator seluler harus lebih ekspansif menawarkan konsep promosi di ponsel guna menangkap potensi tadi. Sharing Vision menilai baru PT Telkomsel dengan Kartu As Fress yang menggeluti layanan ini.

“Akan tetapi, harap dicatat, meski berpotensi, operator harus mampu menerjemahkan dulu, konsep iklan seperti apa yang diharapkan pelanggan. Tidak semua promosi akan diterima, bahkan disukai, masyarakat pengguna,”

Dia mencontohkan salah satu penyedia iklan ponsel asal Amerika Serikat, Mobile Posse, yang membebaskan pelanggan memilih sendiri jenis iklan yang dikehendaki, sehingga 80% dari mereka meminta perpanjangan masa langganan.

Menurut catatan Bisnis, salah satu penyedia iklan ponsel di Indonesia adalah PT Mobile Kreasi Indonesia (MKI) dari Jakarta dengan merek dagang layanan Utones yang pertama kali dirilis pada Desember 2008 lalu.

0 komentar: