23 April 2009 Tender Internet USO Siap Digelar

‘Banyak fasilitas internet gratis tak dimanfaatkan secara optimal’

Oleh Arif Pitoyo

Jakarta, Bisnis Indonesia – Pemerintah segera menggelar tender penyediaan jasa internet di setiap kecamatan di seluruh Indonesia pada pertengahan tahun ini, sebagai program lanjutan dari proyek telepon perdesaan atau universal service obligation (USO).

Kepala Balai Telekomunikasi dan Informasi Perdesaan (BTIP) Santoso Serad mengungkapkan pemerintah berharap semua kecamatan di seluruh Indonesia bisa menikmati akses Internet pada 2015 sesuai dengan amanat World Summit on the Information Society (WSIS).

“Pemerintah sangat concern terhadap pengentasan kesenjangan digital target WSIS sebenarnya setengah dari pendudukan dunia sudah teakses Internet, tetapi kami berusaha agar setiap kecamatan dulu bisa mengaksesnya,” tuturnya kepada Bisnis belum lama ini.

Menurut dia, apabila semua kecamatan sudah bisa mengakses komunikasi data, pihaknya akan melanjutkan dengan penggelaran fasilitas di desa-desa.

Tender penyediaan jasa Internet tersebut terbuka untuk semua penyelenggara jasa Ineternet (PJI) di daerah dan penyelenggara jaringan telekomunikasi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kecamatan di Indonesia adalah sekitar 6.300 buah.

Sementara itu, berdasarkan data dari BTIP, jumlah kecamatan yang belum tersentuh akses Internet adalah sekitar 4.200 kecamatan.

Dana untuk membiayai penyediaan jasa Internet tersebut diambil dari pungutan USO dari para penyelenggara telekomunikasi sebesar 0,75% dari pendapatan kotor dan pada tahun depan meningkat jadi 1,25% dari pendapatan kotor.

Ketua Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) Irwin Day mengatakan penggelaran tender penyediaan jasa Internet di setiap kecamatan di seluruh Indonesia sangat baik untuk meningkatkan teledensitas masyarakat.

“Masalahnya, perusahaan lokal diberi kesempatan tidak? Kalau tidak, ya pemenangnya itu-itu lagi,” ujarnya, kemarin.

Tak Dimanfaatkan
Anggota Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Yadi Heryadi menyambut baik rencana pemerintah yang akan menenderkan penyediaan jasa Internet di setiap kecamatan.
“Semua PJI yang kecil nonoperator jaringan, dalam 5 tahun kedepan sudah pasti banyak yang tutup. Artinya, model bisnis saat ini membuat banyak PJI rugi,” ujarnya.

Inisiatif Internet USO tersebut, katanya, akan merealisasikan cita-cita satuan saluran informasi yang akan menghilangkan kesenjangan digital dan pada akhirnya meratakan tingkat pengetahuan masyarakat.

APJII mengusulkan agar penggelaran tender penyediaan akses Internet itu juga diikuti oleh penyediaan komputer murah.

Sekjen Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Mas Wigrantoro Roes Setiadi mengungkapkan yang perlu jadi pertimbangan pemerintah adalah apakah semua kecamatan di Indonesia sudah siap menerima Internet.

“Nantinya, siapa yang akan membayar ongkos aksesnya? Perlu dikaji sustainablility-nya,” tegasnya.

Menurut dia, belajar dari jaringan pendidikan nasional (jardiknas), banyak instansi yang diberi akses Internet gratis tetapi tidak memanfaatkannya secara optimal, sehingga terjadi pemboroasan.

Selain itu, tambah Wigrantoro, perlu dilihat juga kesiapan PJI, karena model penyediaannya terpusat, sehingga yang akan menang hanya perusahaan incumbent.

PT Telkom Tbk akan mengikuti mekanisme yang ditetapkan oleh pemerintah.

VP Marketing and Public Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan sejauh ini layanan Telkom untuk Internet sudah menjangkau kecamatan dan desa-desa melalui TelkomNet Instan, bahkan layanan Speedy juga sudah melayani lebih dari 230 kota.

“Tentu saja kami perlu mempelajari kriteria yang ditatapkan oleh pemerintah dalam tender Internet sampai kecamatan itu,” ujarnya. (arif.pitoyo@bisnis.co.id)

0 komentar: