05 Mei 2009 Telkom Jajaki Lepas Saham Divisi Flexi

Oleh Sylviana Pravita R.K.N

Jakarta, Bisnis Indonesia – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengkaji pelepasan sebagian saham divisi telepon berbasis code division multiple access (CDMA) Flexi setelah pemisahan unit usaha itu (spin off) terwujud.

“Kami sedang mengkaji apakah akan menjual sekarang atau nanti. Apakah kami kembangkan dulu, lantas kemudian dijual. Belum ada keputusan tentang kajian itu,” kata Komisaris Utama Telkom Tantri Abeng kepada Bisnis kemarin.

Dia mengatakan apabila sebagian saham Flexi dijual, perseroan berencana tetap mengusai mayoritas saham tersebut.
Sejak 2 tahun yang lalu, katanya, beberapa investor telah menyatakan minatnya untuk membeli saham Flexi.

“Apabila ada mitra yang akan masuk ke Flexi, nilainya harus tinggi. Meski demikian, langkah ini harus kami kaji dengan hati-hati. Bila diputuskan untuk dilepas, Telkom harus tetap menjadi mayoritas, seperti di Telkomsel,” tuturnya.

Telkom berencana memisahkan unit bisnis Flexi agar efisien, fokus dan menyiapkan kemungkinan konsolidasi dengan operator lain yang mempunyai teknologi CDMA.

Rencana itu bahkan disebut-sebut akan difinalisasi pada Juli 2009.

Selanjutnya, perseroan masih terus mendalami kajian pengambilalihan sebagian saham perusahaan telekomunikasi Iran, Telecommunication Company of Iran (TCI).

“Kami masih terus mendalami dari sisi komersial, politik dan finansial,” kata Tantri. Menurut dia, perseroan juga segera merealiasasikan akuisisi perusahaan lokal terkait dengan fokus ekspansi perseroan yang ingin mengembangkan jaringan bergerak, CDMA, pita lebar, dan interkoneksi.

Guna keperluan akuisisi serta merger, Telkom mencari dana senilai Rp4,8 triliun. Jumlah tersebut merupakan bagian dari kebutuhan pinjaman eksternal sekitar US$700 juta yang sedang dicari oleh BUMN telekomunikasi itu.

Telkom berkomitmen untuk mencari sumber pendapatan baru (new wave) yang berhasil menyumbangkan 15% dari pendapatan Telkom yang tidak terkonsolidasi pada tahun lalu.

Perseroan tahun ini berharap new wave dapat menyumbang 18%-20% dari pendapatan yang tidak dikonsolidasi pada 2009, belanja modal perseroan tahun ini mencapai US$2,1 miliar.

Jumlah pelanggan seluler Telkom per 31 Desember 2008 naik 36% dibandingkan dengan pelanggan pada 2007 menjadi 65,3 juta pelanggan.
Selanjutnya, pelanggan jaringan kabel mencapai 8,6 juta pelanggan atau turun 0,6% dibandingkan 2007. Adapun, pelanggan Speedy naik 253% menjadi 850.000 pelanggan.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode TLKM ini ditutup pada level Rp7.950 atau naik 2,58% dibandingan dengan penutupan perdagangan 1 Mei 2009, yaitu Rp7.750 per saham. Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp160,27 triliun.

0 komentar: