Masih tersisa 31.845 desa yang belum terlayani akses telepon dan pesan singkat
Dwi Tupani
Media Indonesia (20/08/2009) – Pemerintah menargetkan seluruh desa dan kecamatan di Tanah Air telah terhubung dengan infrastrukur informatika telepon dan internet di 2010.
Dwi Tupani
Media Indonesia (20/08/2009) – Pemerintah menargetkan seluruh desa dan kecamatan di Tanah Air telah terhubung dengan infrastrukur informatika telepon dan internet di 2010.
Demikian pula seluruh daerah di perbatasan sudah dapat menerima siaran TVRI dan RRI, tahun depan.
“Pembangunan infrastruktur informatika dan telekomunikasi dasar ke seluruh pelosok Tanah Air adalah wujud nyata dari tekad bersama membangun kesatuan Indonesia,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat berpitado pada Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, di Gedung DPR-RI, Jakarta, kemarin.
Pembangunan infrastruktur telekomunikasi itu masuk ke keberhasilan paradigma pembangunan untuk semua yang memerlukan beberapa prasyarat. Yakni perbaikan kemakmuran dan kualitas hidup rakyat secara merata, yang ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur mendasar.
Namun, koordinator Working Group on Restructuring Power Sector (WGRPS) Febby Tumiwa menilai, target telepon dan internet pedesaan di 2010, harus berhadapan dengan realitas masih rendahnya rasio elektrifikasi nasional.
Pasalnya, hingga kini, rasio elektrifikasi yang mencerminakan ketersambungan listrik di masyarakat baru 65%.
“Kalau mau berpikir rasional, sangat sulit untuk merealisasikan target itu. Karena rasio elektrifikasi masih rendah. Target 2020 untuk 100% elektrifikasi saja masih belum tentu terealisasi.”
Solar cell
Berbeda dengan Febby, Kepala Pusat Komunikasi Publik Depkominfo Gatot S Dewa Broto optimistis bahwa target penyediaan telepon dan internet di semua daerah pada akhir 2010 dapat terwujud tanpa halangan listrik.
Pasalnya, sistem yang tengah dibangun oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) untuk pengadaan penyediaan jasa akses telekomunikasi perdesaan (universal service obligation/USO) menggunakn sistem solar cell (energi matahari).
“Soalnya sistemnya itu pakai solar cell. Operator yang memenangi tender USO inilah yang bertanggung jawab untuk membangun solar cell-nya. Jadi akses listrik tidak jadi kendala,” tegasnya.
Dia lalu merujuk desa yang telah berhasil menerapkan sistem itu, di Bengkulu Utara. Salah satu desa di Kecamatan Lais itu bisa mendapatkan fasilitas telepon meskipun tidak ada ketersediaan listrik di daerahnya.
Operator yang memenangi tender USO di daerah itu membangun sarana solar cell agar fasilitas telepon dapat diaplikasikan.
Adapun saat ini, dari total 72.000 desa yang ada di Indonesia, masih tersisa 31.845 desa yang belum terlayani akses telepon dan pesan singkat. Sisanya sudah mendapat akses telepon dan SMS (short message service).
“Sedang dikerjakan. Akhir Desember kira-kira bisa selesai. Paling lambat yah pertengahan 2010,” paparnya, kemarin.
Nantinya, setiap desa akan mendapatkan satu sistem yang teridiri dari dua perangkat meliputi perangkat SMS dan perangkat telepon yang dapat digunakan semua warga desa.
Sistem itu akan berfungsi seperti warung telepon yang diletakkan di depan kantor kepala desa.
Warga dapat menggunakan fasilitas itu dengan cara membeli kartu pulsa di kecamatan yang tarifnya ditetapkan jauh di bawah tarif fixed line normal.
Untuk layanan internet baru akan diimplementasikan di 4.700 kecamatan di daerah perbatasan pada 2010. Proyek itu tengah menjalani proses tender. Diprediksi, September 2009 mulai direalisasikan. ( Jaz/*/Ant/E-1) tupani@mediaindonesia.com
0 komentar:
Posting Komentar