23 Agustus 2009 Telkom akan akuisisi 2 perusahaan Rp1,1 triliun

Oleh Sylviana Pravita R.K.N
Bisnis Indonesia

Jakarta (21/08/2009): PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui anak usahanya memfinalisasi akuisisi 80% saham perusahaan menara telekomunikasi dan sebuah perusahaan penyedia jasa informasi senilai Rp1,1 triliun.

Penyelesaian akuisisi saham PT Solusindo Kreasi Pratama (yang lebih dikenal dengan Indonesian Tower) senilai Rp600 miliar dijadwalkan paling lambat pada Oktober 2009.

Menurut eksekutif yang mengetahui rencana itu, saat ini posisi Telkom menyetujui pembelian 66,67% saham Indonesian Tower.

“Meski demikian, Telkom masih memperdalam kemungkinan memperbesar porsi kepemilikan hingga 80% saham Indonesian Tower. Soal harga, dari pihak penjual sudah sepakat, tinggal menunggu Telkom saja. Bolanya sekarang ada di Telkom,” katanya kepada Bisnis kemarin.

Saat dikonfirmasi Bisnis, Chief Financial Officer Telkom Sudiro Asno tidak membantah informasi itu. Dia mengatakan Telkom melalui anak perusahaannya yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), masih melaksanakan uji tuntas (due diligence) lanjutan terhadap rencana akuisisi itu.

“Kami kemungkinan menutup transaksi itu dalam 1 bulan- 2 bulan ke dapan,” kata Sudiro.

Langkah itu terkait dengan penyelesaian beberapa kondisi dan penyesuaian tertentu yang telah disepakati.

Solusi Kreasi adalah pelopor di bidang industri menara telekomunikasi dan merupakan salah satu perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki lebih dari 800 menara di Indonesia.

Perusahaan itu tahun lalu memiliki basis pelanggan lebih dari 1.400 penyewa di seluruh Indonesia dengan pendapatan berkisar Rp300 miliar.

Perkuat Telkom
Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan menara telekomunikasi merupakan infrastruktur strategis bagi perusahaan telekomunikasi, seperti Telkom. “Akuisisi akan memperkuat posisi Telkom dalam industri telekomunikasi,” ujarnya.

Direktur Utama Mitratel Bambang Subagyo mengatakan Indonesia Tower akan memperkuat Mitratel guna menjadi perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Menurut dia Mitratel bersama dengan pemegang sahamnya dan Indonesian Tower berupaya untuk memenuhi kondisi yang ditetapkan dalam perjanjian transaksi itu.

“Dalam akuisisi ini, Mitratel menunjuk Hongkong and Shanghai Bank sebagai finanacial advisor dan Melli Darsa & Co sebagai legal advisor,” katanya.

Selanjutnya, Rinaldi mengatakan perseroan berencana mengakuisisi sebuah perusahaan jasa informasi telekomunikasi itu, setelah mengakuisisi 49% saham PT Infomedia Nusantara dari PT Elnusa Tbk senilai Rp598 miliar.

Telkom mendanai akuisisi Infomedia menggunakan dana internal perseroan. Telkom mengambil alih 49% saham Infomedia melalui PT Multimedia Nusantara, anak perusahaan yang 99,99% sahamnya dimiliki Telkom.

Rinaldi mengisyaratkan nilai akuisisi perusahaan jasa informasi itu berkisar Rp500 miliar. “Ya, sekitar itulah, sekitar Rp500 miliar. Yang pasti, tidak lebih dari nilai akuisisi Infomedia,” katanya, belum lama ini.

Analis saham PT BNI Securities M. Alfatih menambahkan langkah Telkom mengakuisisi perusahaan menara telekomunikasi dan perusahaan penyedia jasa informasi itu merupakan langkah guna meraih pendapatan baru.

“Telkom tampaknya serius mencari lini bisnis baru guna menambah pendapatan perseroan di luar bisnis fixed-line dan seluler yang pasarnya mulai jenuh.”

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode TLKM ini ditutup naik 1,20% ke level Rp8.450. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)

0 komentar: