Jakarta, Koran Jakarta – Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) pesimistis proyek mercu suar Palapa Ring akan bisa terealisasi tahun ini karena kondisi keuangan anggota konsorsium tidak mendukung di tengah krisis ekonomi.
“Saya pesimistis akan terjadi pencangkulan pertama pada Agustus nanti sesuai harapan Dirjen Postel. Jika melihat realitas yang ada sekarang, bisa jadi hingga akhir tahun nanti tidak akan ada gerakan sama sekali dari anggota konsorsium,” ungkap Direktur Kebijakan dan Perlindungan Konsumen LPPMI, Kamilov Sagala, Senin (29/6).
Menurut Kamilov, jika melihat kondisi tiga perusahaan yang tersisa di konsorsium, semuanya sedang mengalami masalah dengan kondisi keuangan. “Perusahaan yang tersisa itu kesannya saja masih ingin membangun, padahal sebenarnya menunggu pemerintah mengucurkan dana,” ketusnya.
Kamilov menyarankan pemerintah agar mengambil alih kekurangan permodalan dengan menggunakan dana USO atau meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki izin telekomunikasi untuk membangun Palapa Ring.
“Selain itu Depkominfo juga harus bekerja sama dengan departemen lain untuk masalah pendanaan. Tidak bisa semuanya dikerjakan sendirian,” katanya.
Palapa Ring adalah pembangunan serat optik di kawasan timur Indonesia. Awalnya proyek ini menelan investasi 220 juta dollar AS. Akibat krisis ekonomi, nilai investasi berkurang menjadi 150 juta dollas AS. Terakhir, salah satu anggota konsorsium, XL, mengundurkan diri sehingga menyisakan tiga anggota konsorsium, yakni Telkom, Indosat, dan Bakrie Telecom. Mundurnya XL membuat nilai investasi kembali menyusut menjadi 120 juta dollar AS. ■ dni/E-2


0 komentar:
Posting Komentar