06 Oktober 2009 Bangun Jaringan Kabel Sepanjang 1.237,8 Kilometer

Telkom Mulai Proyek Palapa Ring

Oleh Imam Suhartadi

Jakarta, Investor Daily – Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) memastikan, pencanangan pembangunan fisik megaproyek Palapa Ring dilaksanakan pada 12 Oktober 2009 di Desa Krandangan, Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menkominfo M Nuh berserta beberapa pajabat Depkominfo, Direksi PT Telkom dan para tamu dari berbagai instansi akan hadir dalam acara tersebut. Kegiatan ini sebelumnya direncanakan berlangsung 27 September 2009 bertepatan dengan Hari Bhakti Postel, namun diubah karena masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri 1430 Hijriah.

Kepada Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan, peresmian Palapa Ring dilaksanakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini adalah proyek pembangunan jaringan kabel serat optik milik Telkom yang digabungkan dengan proyek Palapa Ring. Ini merupakan tempat Telkom memulai pembangunan, baik jaringan kabel serat optik darat (inland cable) maupun bawah laut (submarine cable).

Jaringan kabel serat optik itu membantang dari Mataram hingga Kupang sepanjang 1.237,8 kilometer. Proyek ini direncanakan dapat diseslaikan pada akhir September 2010. Namun, nilai investasinya belum disebutkan.

“Pemerintah memberikan apresiasi kepada Telkom yang berani memulai proyek penting ini. Mudah-mudahan proyek ini bisa diselesaikan tepat sesuai jadwal yang ditetapkan,” kata Gatot di Jakarta, Senin (5/10).

Gatot menjelaskan, langkah terobosan yang dilakukan Telkom ini telah memberikan semangat bagi anggota konsorsium Palapa Ring, seperti PT Indosat, dan PT Bakrie Telecom. Konsorsium Palapa Ring akan melanjutkan pembangunan jaringan kabel serat optik (darat dan bawah laut) untuk jalur Manado-Ternate-Sorong-Ambon-Kendari hingga Makassar.

“Kami optimistis proyek Palapa Ring ini akan sesuai rencana, tidak ada lagi pengunduran jadwal. Anggota konsorsium yang tersisa sudah berkomitmen untuk memulai jalur fiber optic darat dan bawah laut Menado hingga Makassar pada tahun depan,” ujar dia.

Proyek Palapa Ring adala proyek mega yang sudah direncanakan sejak lama. Pemerintah menargetkan proyek pembangunan kabel serat optik di Indonesia bagian timur sepanjang 11 ribu kilometer ini sudah dimulai sejak awal 2009. namun, mundurnya beberapa anggota konsorsium dan krisis financial global memengaruhi proyek ini.

Pada 12 Agustus 2009, pemerintah mengadakan pertemuan denagn anggota konsorsium Palapa Ring. Pada saat itu, Telkom menyatakan inisiatifnya untuk memulai pembangunan proyek dalam koridor Palapa Ring itu. Hanya saja, proyek yang dibangun Telkom itu murni milik Telkom, bukan milik konsorsium.

Sedangkan konsorsium Palapa Ring bertekad untuk melanjutkan jaringan kabel serat optik milik Telkom itu. Pembangunannya diharapkan bisa dimulai pada tahun depan yang dimulai dengan survei pada medio Januari hingga Mei 2010. kegiatan-kegiatan berikutnya berupa design review meeting (DRM), akuisisi lahan landing point, produksi submarine cable, produksi terminal station equipment (TSE) dan submarged equipment (SE), submarine cable shipment, TSE and SE shipment, instalasi submarine cable, instalasi TSE, testing dan terakhir berupa ready for professional acceptance (RFPA) pada sekitar bulan Mei 2011.

Proyek USO
Pada kesempatan itu, Gatot juga menjelaskan, peresmian dimulainya pembangunan Palapa Ring itu akan dilakukan video conference lewat akses telepon perdesaan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta dengan Menkominfo Muhammad Nuh di Mataram, NTB.

Dalam acara tersebut, Presiden akan menerima penjelasan dari Menkominfo tentang beberapa provinsi yang sudah tersedia akses telekomunikasi dan informatika secara keseluruhan, yaitu Provinsi Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali dan NTB. Ini merupakan proyek pembangunan telepon perdesaan dalam kerangka Universal Service Obligation (USO).

“Acara itu sangat penting dan strategis, karena selain merupakan salah satu bentuk kemajuan pembangunan telepon perdesaan, USO perlu diinformasikan kepada masyarakat umum dan saat ini masih terus berlangsung,” kata Gatot.

0 komentar: