Melalui Speedy, PT Telkom akan meningkatkan layanan data sekaligus mengerem laju penurunan pengguna telepon tetap (wireline) hingga 10%.
“Wireline adalah layanan utama kami yang tidak dimiliki operator lain. Dengan pergeseran lifestyle menjadi opportunity (peluang) bagi kami,” kata Vice President Public & Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia di Bandung, akhir pekan lalu.
Saat ini penetrasi pelanggant telepon (11 operator) mencapai 70% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 230 juta jiwa. Pertumbuhan pelanggan juga sangat cepat dan masih akan terus tumbuh seiring penurunan tarif.
Menurut Eddy, piramida pelanggannya ternyata didominasi kelompok usia produktif. Tepatnya, kelompok piramida usia pengguna ponsel dari total populasi penduduk, yaitu usia 0-14 tahun sebanyak 27%, 15-19 tahun (9%), 20-50 tahun (56%) dan hanya 8% yang berumur diatas 60 tahun.
“Ini menandakan pasarnya sangat potensial, sehingga menciptakan kompetisi sangat ketat,” kata dia.
Sementara itu, faktor inilah yang membuat investor tetap yakin membenamkan dananya di Indonesia. Namun, para operator akan beralih kestrategi pemasaran layanan data internet karena road map pelanggan seluler akan bergeser ke layanan data.
Bagi Telkom, pergeseran produk layanan menjadi sebuah peluang untuk meraih pelanggan Speedy sebanyak mungkin dan memperkuat wireline. “Angkanya belum bisa kami sebutkan targetnya karena situasi perekonomian sekarang masih terlalu berat bagi masyarakat,” kata dia.
Jumlah pelanggan Speedy perakhir tahun lalu mencapai 930 ribu. Akses broadband ini telah tersedia di 220 kota di seluruh Indonesia. Peningkatan penjualan Speedy diharapkan mengerem laju penurunan pelanggan wireline dari 14% menjadi 10% per tahun. (cep)
0 komentar:
Posting Komentar