Eddy mencontohkan, tarif internet Speedy dengan akses tak terbatas (unlimited) berkecepatan hingga 2 megabytes per second (Mbps) saat ini hanya Rp995.000 per bulan, turun dari sebelumnya Rp1,2 juta per bulan. “Penurunan tarif internet berbeda-beda pada setiap paket. Tapi rata-rata turun hingga 20%,” ujar Eddy.
Dengan tarif Speedy yang semakin murah, Telkom berharap bisa menambah 600.000-700.000 pelanggan baru tahun ini. “Hingga akhir 2009, kami menargetkan jumlah pelanggan Speedy 1,7 juta satuan sambungan layanan (SSL), dengan rata-rata pemakaian per pelanggan berkisar Rp270.00 per bulan,” ungkapnya.
Menurut Eddy, permintaan layanan internet dari waktu ke waktu terus meningkat. Hal ini semakin mendorong Telkom terus menyiapkan kapasitas infrastruktur. “Saat ini, Telkom memiliki kapasitas bandwidth sekitar 17 gigabytes per second (Gbps), “ungkapnya.
Eddy yakin, Telkom akan mampu menambah kecepatan akses internet dengan peningkatan bandwidth setelah perusahaan pelat merah ini masuk dalam konsorsium Asia-Amerika Gateway (AAG). “Saat ini, Telkom memiliki kuota bandwidth internasioanl hingga mencapai 30 Gbps, dan akan meningkat hingga 70 Gbps hingga empat tahun ke depan,” ungkapnya.
0 komentar:
Posting Komentar